INILAH.COM, Jakarta - Korban ledakan bom Marriott-Ritz, Dadang Hidayat di RS Pusat Pertamina sudah mendapatkan perawatan. Dadang kini mulai membaik setelah sebelumnya dikabarkan sempat kritis.
"Kita tolong seperti biasa pasien rujukan dari MMC Dadang Hidayat, dengan prosentase luka bakarnya mencapai 9 persen. Kondisinya baik, sudah bisa diajak ngobrol. Saya tadi berusaha mengajak ngobrol, bersama dokter dari Marriott," ujar Direktur Rumah Sakit Pusat Pertamina, Mustafa Fauzi di RSPP, Jakarta, Jumat (17/7).
Menurut Mustafa, luka bakar pada wajah Dadang, korban ledakan di Mega Kuningan berada di tingkat atau hanya berada di bawah permukaan kulit. Sedangkan untuk korban Edward Thiessen yang mengalami luka bakar sekitar 19 persen pada lengan dan kakinya juga mulai membaik.
"Kita punya perawatan khusus untuk luka bakar, dan secara intensif kita rawat. Dia tidak kritis. Tadi perban dimuka yang dibuka itu bagian mulut, hidung dan muka. Untuk pemeriksaanya dilakukan CT scan pada bagian dada dan perut," ujarnya.
Selain itu, menurut Mustafa kondisi pendengaran dari Dadang juga tidak bermasalah. Sedangkan untuk saat ini masih dibantu dengan alat bantu oksigen biasa untuk membantu pernafasan agar lebih segar.
Mustafa juga mengatakan saat ini RSPP tetap berjaga-jaga kalau ada pasien lain yang akan dirujuk. Namun, hingga saat ini dikatakan
Mustafa belum ada pasien lain korban ledakan selain Dadang Hidayat dan Edward Thiessen.
"Kami tetap stand by, dan mempersiapkan ruangan kalau ada pasien lain. Kami punya unit khusus luka bakar, ada ICU dan ruangan bedah bila memang dibutuhkan. Itu prinsipnya," ungkapnya.
Keluarga, ujar Mustafa juga sudah menjenguk kedua korban ledakan. "Untuk pasien WNA Kanada, juga sudah dibesuk dari kantor
tempatnya bekerja dan dari kedutaan besar Kanada," pungkasnya. [mvi/bar]