INILAH.COM, Jakarta - Bom yang meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton telah menewaskan 9 orang dan melukai 50-an orang. Polri dinilai sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas tragedi Jumat kelam itu. Apalagi Polri sibuk mengurusi pilpres hingga kecolongan bom.
"Negara punya alat untuk melakukan pencegahan, salah satunya adalah kepolisian. Jadi ketika kejadian seperti ini yang paling banyak bertanggung jawab itu adalah kepolisian, dalam hal ini Polri," ujar anggota FPKS Nasir Djamil di Warung Daun Pakubuwono, Jakarta, Sabtu (18/7).
Menurut anggota Komisi III DPR ini, selama ini Indonesia telah dinilai berhasil mencegah terorisme. Namun dengan adanya kejadian ini, sekarang prestasi itu kembali melemah.
"Teror bom sangat merugikan Indonesia terkait posisi di mata Intenasional. Ada benarnya juga kalau dibilang ini karena intel kita kecolongan, sibuk urusi pilpres," katanya.
Nasir mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama mengutuk pelaku kejahatan terhadap kemanusiaan ini. "Pencegahan dan penangkalan kedepannya juga perlu ditingkatkan, kita berharap sebagai warga negara agar polisi harus segera mengungkapkan pelaku dan motifnya apa di balik semua ini," tukasnya. [mut/sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !