INILAH.COM, Jakarta - Polemik atas pidato SBY terkait spekulasi pelaku bom Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton berkembang luas. PKS pun mengimbau pasangan JK-Win dan Mega-Prabowo tidak terprovokasi insiden tersebut. Tidak hanya itu, tim sukses capres diminta jangan asal menuduh SBY melakukan aksi provokasi.
"Jangan terlalu cepat menuduh seseorang sebelum ada investigasi mendalam," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (19/7).
Tifatul mengatakan kepada semua pihak diimbau untuk tidak tergesa-gesa menuduh seseorang atau kelompok tertentu, sebelum ada investigasi mendalam terhadap kasus ini. Untuk itu, PKS mendesak pemerintah mengusut tuntas pelaku dan dalang peledakan ini dan menghukum dengan tegas.
"Kami mengutuk keras aksi pengeboman yang membunuh sembilan orang itu. PKS menyampaikan rasa duka dan belasungkawa kepada keluarga korban yang meninggal dan terluka," ungkapnya.
Cara-cara kekerasan seperti ini, lanjut dia, tidak akan membawa perubahan positif bagi bangsa, hanya akan menimbulkan ketakutan masyarakat dan hengkangnya investor. Perubahan yang terjadi hanya ke arah negatif, baik di bidang ekonomi, sosial dan keamanan.
"Selain itu, ledakan bom ini juga menodai citra Pemilu dan Pemilihan Presiden yang sukses. PKS khawatir, ledakan di Jumat pagi ini malah memberi kesan negatif di mata internasional," tandasnya. [ikl/ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !