INILAH.COM, Jakarta Booming netbook bisa memakan korban. Konsumen yang terlanjur puas dengan performa netbook bisa meninggalkan notebook bisnis yang lebih mahal. Vendor komputer bakal gulung tikar?
Category Business Director Personal Systems Group HP Martin Wibisono mengatakan penjualan netbook saat ini jauh lebih besar dibandingkan dengan notebook bisnis. Penjualan netbook bisa dua, hingga tiga kali lebih banyak dari notebook bisnis. Tapi penjualan notebook bisnis berlaku musiman, karena tergantung pada proyek.
Jika proyek sedang banyak, maka sumbangan notebook dari sektor korporat ini akan besar sekali. Bahkan bisa mencapai 50:50 dibandingkan dengan netbook, katanya di Jakarta, kemarin.
Tapi menurutnya, penjualan notebook bisnis bisa makin naik karena kondisi ekonomi yang mulai membaik. Pada November 2008 terjadi penurunan pasar, namun pada Mei 2009 penjualan telah membaik.
Hal itu bisa dilihat dari pameran Festival Komputer Indonesia (FKI) 2009 yang banyak dikunjungi konsumen. Pada periode Juni sekarang, Martin menyebut pasar sudah normal. Apalagi dengan posisi dolar di kisaran Rp 10 ribu bisa diterima oleh konsumen.
Menurut Martin konsumen baru akan terpengaruh jika kurs dolar telah mencapai di atas Rp 11 ribu. Dolar masih dalam tingkat acceptable, beda bila mencapai di atas Rp 12 ribu. Tapi yang lebih penting dolar tidak fluktuatif, imbuhnya.
Market Development Manager Intel Indonesia Yadi Karyadi mengatakan pembeli notebook terbesar di Indonesia adalah sektor konsumer. Sementara dari sektor bisnis pembelian lebih banyak dari usaha kecil menengah (UKM) serta dunia pendidikan.
Menurut Yadi penjualan komputer jinjing akan terus naik tahun ini. Hal itu karena terjadi peralihan budaya, di mana konsumen lebih memilih perangkat notebook daripada desktop untuk pendukung mobilitas. Bahkan pada akhir 2009, komposisi notebook dengan desktop bisa sebanding.
Tersedianya fasilitas broadband wireless termasuk HSDPA maupun 3G mendukung penyerapan produk. Jika WiMAX sudah diimplementasikan bisa makin besar, katanya.
Meskipun Intel memiliki banyak platform, tapi chip Atom untuk netbook akan berkembang pesat. Menurut Yadi, platform untuk produk low end itu permintaannya paling besar.
Martin mengatakan netbook adalah pasar penting bagi HP. Meskipun margin keuntungannya lebih kecil, tapi HP tetap bisa mendapatkan keuntungan dari netbook. Apalagi dengan banyaknya portofolio produk, maka keuntungan bisa saling mensubsidi.
Namun tantangannya persaingan di pasar netbook sangat keras, karena semua vendor telah masuk ke dalamnya. Sementara netbook rata-rata memiliki spesifikasi yang sama. Martin mengatakan untuk suskes maka harus bisa memberikan produk yang bisa diterima oleh konsumen.
Selain itu harus menyediakan produk-produk special edition, sebagai pembeda dari produk yang ada di pasaran.HP memiliki edisi Vivienne Tam itu, akan ditambah. HP juga menambahkan aplikasi-aplikasi lain yang tidak ditawarkan pesaing, katanya. [E1]