Minggu, 27 Mei 2012 | 00:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Mega 'Lebih Jantan' Dibanding SBY
Oleh:
web - Selasa, 21 Juli 2009 | 06:22 WIB
Pada tahun 2003 beredar kabar bahwa Megawati Soekarnoputri yang saat itu menjabat sebagai presiden RI akan dibunuh. Isu tersebut demikian menguat jika dikaitkan dengan peledakan bom di beberapa daerah di Indonesia. Sebagai orang yang terancam Mega tidak pernah mengomentari isu tersebut, apalagi sebagai presiden, karena akan menunjukkan kelemahannya sebagai pemimpin.

Padahal bisa saja ia mengungkapkan ancaman tersebut, dengan tujuan menarik simpati rakyat untuk mendukungnya pada Pilpres 2004. Hal yang sangat berbeda justru ditunjukkan oleh SBY. Tahun ini saja sudah tiga kali ia mengeluh karena terancam.

Pertama, lewat isu ABS-nya. Kedua pengakuan bahwa sering mengalami serangan sihir. Terakhr pengakuan ia ia akan dibunuh dengan menunjukkan foto-foto yang berkualitas tinggi dan diambil dengan jarak dekat ia mengadu pada dunia tentang nyawanya yang terancam.

Hal itu menunjukan lemahnya jiwa ksatria yang dimilikinya. Dari reaksi terhadap ancaman terbukti Megawati lebih jantan dari jenderal bintang empat DR Susilo Bambang Yudhoyono.

Gatot Swandito
gatotswandito@yahoo.com
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
14 Komentar
mbahnarjo
Sabtu, 25 Juli 2009 | 13:04 WIB
Mendingan nonton SRIMULAT atau ABDEL TEMON, daripada menonton SBY berpidato.
hmsabar
Kamis, 23 Juli 2009 | 15:16 WIB
Mega 'Lebih Jantan' Dibanding SBY, APALAGI kalo dia pake celana sambil megang pisang, persis Jantan Tulen, heeek -tetot-tot-tot.
wedus
Kamis, 23 Juli 2009 | 12:49 WIB
jantan gimana maksudmu, sudah jelas perempuan kok dibilang jantan, kalau SBY setiap langkah terprogram dan terencana sedangkan Mega setiap langkah harus diprogram dan direncana oleh orang lain. Mega selalu membaca tek yang dibuat oleh orang lain sedangkan SBY membaca yang ditulisnya sendiri. Gitu son, kepriben kie.
aswan
Rabu, 22 Juli 2009 | 09:55 WIB
pandangan oranr berbeda, tapi satu yang pasti.. jangan sekali-sekali menjatuhkan orang lain dengan sesuatu yang hanya opini. mestinya anda mampu menelaah situasi dan kondisinya, barulah anda dapat menarik kesimpulan..
Galih
Rabu, 22 Juli 2009 | 07:35 WIB
Jangan digeneralisir, secara umum dan absolut telah terbukti Pak SBY lebih kompeten, lebih smart, lebih berwawasan, lebih pintar, lebih bijak, lebih komunikatif, bisa melakukan koordinasi yang jauh lebih baik daripada Nenek Megawati (Nenek Mega sepertinya hanya "boneka" dari Kakek Taufik Kiemas dan Tokoh2 DPIP lainnya. Kalau nggak percaya mari kita coba kumpulan fakta2 dan lakukan analisa secara objectif n fair.
ian
Selasa, 21 Juli 2009 | 10:57 WIB
@telo. menanggapi pernyataan anda bisa2 Indonesia pengemis semua klo pemimpinnya minta dikasihani terus. Ada istilah pemimpin patut digugu patut ditiru.. owalah....
satraia
Selasa, 21 Juli 2009 | 10:48 WIB
saya sih kalo boleh mengusulkan, salah satu media memberikan gelar apa award ke pak sby sebagai presiden yg hoby "terzolimi" (terzolimi award) sebagai ksatria yg senang "terzolimi" masa sebagai jendral, gagah, perkasa, berwibawa senang nya membawa kesan terzolimi mulu sih.. kalo semua jebolan tni begini mulu, apa kata dunia? capee deh
Pro Galih
Selasa, 21 Juli 2009 | 10:05 WIB
Saya sangat setuju dng Galih spy semua komentar terkait bom kuningan distop. Sayangnya Galih tidak menyertakan usulan untuk sampai kesana. Usul saya : Soesilo Bambang Yudoyono, yang menyebabkan timbulnya semua kekisruhan ini, meyampaikan apology/penyesalan kpd masyarakat, dan minta masyarakat memaafkannya. Insyaallah
jantan
Selasa, 21 Juli 2009 | 08:34 WIB
memang kejantanan tidak memandang jenis kelamin.
ter
Selasa, 21 Juli 2009 | 08:07 WIB
Betul saya setuju 1000%. Mega lebih patriotik. Soalnya yang satu lagi suka membuat skenario melodramatik, tersedu-sedu, dan mimik muka teraniaya.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.