INILAH.COM, Jakarta Paska libur panjang, bursa saham Indonesia diperkirakan akan bergerak menguat. Imbas ledakan bom di Mega Kuningan teredam libur panjang. Beberapa sektor saham yang direkomendasikan adalah tambang, perkebunan, infrastruktur dan telekomunikasi.
Analis saham PT Bhakti Securities Budi Ruseno mengatakan, setelah libur panjang, IHSG pekan ini berpeluang berbalik arah dan menguat dalam rentang terbatas. IHSG akan bergerak di kisaran sempit antara 2.040-2.180 untuk jangka pendek, katanya kepada INILAH.COM.
Menurutnya, ledakan yang terjadi di Hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jumat (17/7) pekan lalu, tidak berimbas signifikan pada perdagangan hari ini. Faktor libur panjang dinilai menjadi penyelamat pergerakan IHSG. Karena libur, maka dampak bom terhadap indeks tidak frontal. Hal ini melihat kejadian serupa beberapa tahun lalu,ujarnya
Budi menilai fundamental Indonesia masih cukup kuat. Terindikasi dari beberapa data makro ekonomi yang positif, seperti pertumbuhan produk domestik bruto (PDB), penguatan rupiah atas dolar AS, tingkat inflasi yang terkontrol, dan tren suku bunga turun.
Pasar saat ini juga menantikan laporan kinerja keuangan semester pertama 2009 yang diekspektasikan positif. "Investor melihat kesempatan karena pasar kita secara fundamental masih baik," imbuhnya.
Namun, lanjutnya, investor lokal dan asing saat ini masih fokus terhadap proses penyelesaian dan hasil penyidikan terhadap peristiwa tersebut. Hal ini akan menciptakan kepastian tentang stabilitas pasar Indonesia. "Kasus ini harus segera diungkap, kita butuh tindakan riil," katanya.
Budi justru menganggap, insiden bom ini merupakan momentum yang bagus, terkait terbukanya peluang investor untuk akumulasi saham-saham yang pekan lalu terkoreksi tajam. Beberapa emiten yang direkomendasikan berasal dari sektor pertambangan dan perkebunan, seiring tren kenaikan harga komoditas.
Sedangkan saham sektor infrastruktur dan telekomunikasi berpotensi naik menyusul rencana pemerintah untuk fokus pada pemulihan ekonomi dengan menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur. Saham dari sektor ini masih berpotensi menguat,pungkasnya.
Pada perdagangan Jumat (17/7), IHSG ditutup melemah tipis 11,597 poin (0,55%) ke level 2.106,353. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat transaksi 87.682 kali pada volume 4.779 juta lembar saham senilai Rp 4,007 triliun. Sebanyak 62 saham naik, 135 saham turun dan 51 saham stagnan.
Emiten-emiten yang melemah antara lain Indocement Tunggal Prakarsa Tbk yang anjlok Rp 300 menjadi Rp 8200, Astra International (ASII) turun Rp 250 menjadi Rp 27.250, BRI (BBRI) turun Rp 150 menjadi Rp 6.800, PT Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 100 menjadi Rp 3.700, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 100 menjadi Rp 5.500, Bank Danamon Indonesia (BDMN) turun Rp 50 menjadi Rp 4900, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 50 menjadi Rp 3.325, dan Bumi Resources (BUMI) turun Rp 20 menjadi Rp 1.880.
Sedangkan beberapa emiten yang menguat, antara lain Telkom (TLKM) naik Rp 150 menjadi Rp 8.000, United Tractor (UNTR) naik Rp 50 menjadi Rp 10,850, Timah (TINS) naik Rp 10 menjadi Rp 1.870, International Nickel (INCO) naik Rp 50 menjadi Rp 3.850, Unilever (UNVR) naik Rp 250 menjadi Rp 10.850, dan Gudang Garam (GGRM) naik Rp 50 menjadi Rp 14050. [P1]