Minggu, 27 Mei 2012 | 06:54 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Ekonomi Usai Bom, Jangan Terlena!
Headline
Chris Kanter - Istimewa
Oleh: Ahluwalia
web - Senin, 20 Juli 2009 | 21:50 WIB
INILAH.COM, Jakarta Pemulihan pertumbuhan ekonomi pasca teror bom biasanya membutuhkan waktu. Pembentukan crisis centre tidaklah cukup. Pemerintah mesti menggenjot investasi, meyakinkan investor, dan kembali membangun iklim usaha yang kondusif. Mampukah?

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bidang investasi Chris Kanter menilai, teror bom di hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton sangat memukul dunia investasi Indonesia. Pemerintah diimbau untuk terus memperbaiki situasi keamanan, iklim investasi, dan meyakinkan dunia internasional bahwa pemerintah dan masyarakat mampu mengatasi terorisme itu.

Memang butuh waktu, konsistensi, dan langkah bergegas yang terpadu dari pemerintah, kata Chris Kanter. Untuk itu, pemerintah diharapkan secepatnya mengungkap pelaku dan modus pelaku ledakan bom di hotel mewah yang kerap digunakan sebagai tempat rapat menjalin kerjasama atau pertemuan bisnis itu.

Pemerintah harus bekerja lebih keras untuk meyakinkan investor, khususnya asing, untuk tetap berinvestasi di Indonesia. Keamanan merupakan salah satu faktor utama bagi pertimbangan investor untuk menanamkan uangnya. Karena itu, perlu adanya jaminan keamanan dari pemerintah.

Bila tidak, ungkap Chris Kater, kalangan bisnis khawatir, pembangunan ekonomi bakal melambat, menyusul dampak krisis keuangan global . Nah, kalau sudah begitu, tak pelak upaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja pun bakal terancam. Penyerapan tenaga kerja akan terjadi bila ada proses produksi. Bila tidak ada investasi, bagaimana? papar Chris Kanter.

Tragedi peledakan bom di hotel JW Marriott dan The Ritz-Carlton, menyebabkan para pemodal panic. Akibatnya, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat anjlok, meski berangsur-angsur kembali pulih (rebound). Tragedi yang terjadi memang membuat pemodal panik, kata Direktur Utama BEI Ito Warsito.

Para analis melihat, para pemodal sempat panik. Namun para analis yakin, dalam jangka panjang, industri pasar modal akan tetap atraktif dan menjadi primadona, meski terjadi pelarian dana-dana asing (capital flight) saat ini.

Dalam jangka panjang, tidak akan berpengaruh dengan bom yang terjadi. Memang IHSG sempat tertekan, namun rebound kembali, dampak tragedi ledakan bom tidak terlalu signifikan pada pasar, kata Ito.

Dalam hal ini, pengamat perbankan A Prastiantoko mengingatkan agar pemerintah segera memberi penjelasan terkait motif di balik pemboman yang memakan korban di Mega Kuningan tersebut. Pemerintah diminta segera memberi penjelasan siapa pelaku pengeboman dan apa motivasinya agar pasar mendapat kepastian. 'Pasar butuh kepastian, kata Prastiantoko.

Efek negatif dari ledakan bom di Marriott dan The Ritz-Carlton memang parsial dan sesaat saja. Efek makro dan jangka panjangnya tidak terlalu penting. Namun pasca-ledakan bom Mega Kuningan, pemerintah Indonesia mempunyai pekerjaan rumah yang berat.

Soal kemiskinan dan pengangguran misalnya, akan semakin berat diselesaikan. Jadi, pekerjaan rumah pemerintah 2-3 kali lebih berat, kata Wakil Ketua Fraksi PKS Zulkieflimasyah.

Untuk menyelesaikan dua persoalan tersebut, dunia usaha memerlukan tempat yang nyaman untuk berinvestasi. Namun, hal tersebut agak terganggu dengan ledakan bom Mega Kuningan yang terjadi pada Jumat (17/7) pagi. Untuk itu, pemerintah mesti menjelaskan kepada publik internasional bahwa Indonesia itu aman. Dan kita tahu aman, kata Zulkieflimasyah.


Ia berharap supaya pihak kepolisian bertindak cepat, dengan memberi sinyal positif kepada dunia bahwa lingkungan Indonesia kondusif. Pemerintah juga harus bekerja keras dan cepat guna memulihkan kepercayaan investor atas keamanan di Indonesia. Sebab, bagaimanapun, investasi dan sektor pariwisata harus menjadi ujung tombak ekonomi kita, kata Zulkieflimasyah.

Untuk kesekian kalinya, Indonesia menjadi korban pengeboman yang menggunakan modus bom bunuh diri. Terakhir, dua hotel berbintang di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, yang menjadi sasaran bom itu.

Namun, ini tidak berarti Indonesia adalah sarang teror dan teroris. Indonesia hanyalah korban dari permainan teroris global dan butuh waktu guna memperbaiki pembangunan ekonomi yang bergerak maju. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.