INILAH.COM, Jakarta - Meski kondisi sudah membaik, namun 4 karyawan Hotel JW Marriott masih opname di Rumah Sakit Jakarta (RSJ). Keempatnya merupakan koki dan petugas sekuriti.
"Mereka masih dirawat, belum ada rencana dipulangkan hari ini," kata Petugas Administrasi RSJ Delfi di Jakarta, Senin (20/7).
Keempat korban adalah koko Deni Purwanto, petugas sekuriti Dikdik Achmad dan Bambang Trijanto, serta karyawan restoran Andi Tirta M. Berdasarkan laporan dari kunjungan kerabat dan teman korban, rata-rata kondisi korban semakin membaik.
Ibunda Andi Tirta, Imas Mariyah, mengatakan, kondisi putranya sudah lebih baik. Selang infus sudah tidak lagi terpasang di tubuh Andi. Namun telinganya belum bisa mendengar dengan baik.
Menurut Imas, meskipun Andi tidak dapat mendengar dengan baik, namun masih dapat berkomunikasi dengan putranya itu. "Besok telinganya masih akan diperiksa lagi," kata Imas. Ia menjelaskan biaya pengobatan Andi akan ditanggung oleh pihak JW Marriott.
Sejumlah kerabat dan teman dari korban masih berdatangan ke RSJ. Sementara itu rekan-rekan dari Marriott pun banyak yang mengunjungi lantai 3 RSJ karena keempat korban yang masih dirawat merupakan karyawan Marriott.
Selain kunjungan kerabat dan teman korban, pihak dari Polri pun terlihat keluar masuk kamar korban. Siangnya, RSJ dikunjungi dokter polisi (dokpol) dari Polres Metro Selatan, namun mereka hanya datang ke ruang administrasi dan tidak mengunjungi kamar korban.
Bom yang meledak di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada 17 Juli menewaskan 9 orang dan melukai 53 orang. Korban terdiri dari warga Indonesia dan juga warga asing. [*/sss]