INILAH.COM, Jakarta - Pasca ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton pada Jumat 17 Juli lalu, Presiden SBY melenggang sendiri tanpa Wakil Presiden Jusuf Kalla. Kondisi tersebut kian mempertegas jika SBY-JK sudah tidak lagi seiya sekata.
"Hubungan SBY-JK setelah ledakan dipastikan sudah finish," ujar peneliti militer LIPI M Nurhasim kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (21/7).
Hasim mengatakan, meski hubungan SBY dengan JK sudah tidak lagi harmonis, namun bukan berarti hubungan SBY dengan Golkar akan berakhir pula. Karena hubungan SBY dengan JK lebih ke personal sifatnya.
"Jika yang menjadi Ketua Umum Partai Golkar orang-orang JK, pasti akan menjauhkan posisi dengan SBY. Tapi jika tergusur, hubungan SBY-JK secara pribadi dan politik kian putus," jelasnya.
Pemerintahan sekarang ini, dinilai Hasim hanya menghabiskan sisa waktu yang ada. Bahkan hanya formalitas kenegaraan semata. Selain itu, dalam situasi terkahir ewuh pakewuh di rapat kabinet tidak seindah dulu lagi.
"Mulai terlihat masa-masa akhir pemerintahan SBY lebih single fighter. Yang jelas hasil pilpres meredupkan salah satu matahari di pemerintahan kita. Kendali seluruh akan ada di tangan SBY," tandas Hasim. [jib]