INILAH.COM, Jakarta - Meski Presiden SBY menyampaikan serangan ke lawan politiknya pasca ledakan di dua hotel mewah di kawasan Mega Kuningan Jumat 17 Juli Lalu. Tak membuat Prabowo Subianto merasa tersudutkan. Bahkan mantan Danjen Kopassus ini menanggapinya dengan santai.
"Prabowo relatif cool dan dingin menanggapi pernyataan Presiden SBY terkait bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton," sebut peneliti militer LIPI M Nurhasim kepada INILAH.COM di Jakarta, Selasa (21/7).
Hasim mengatakan, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra ini juga sudah terlihat banyak belajar dari kondisi politik yang ada. Hal tersebut terlihat dari strategi komunikasi politik yang dilakukan belakangan ini, yang tidak reaktif menanggapi sesuatu.
"Karena Prabowo menilai tidak mungkin bisa 'dibunuh' dengan tidak kondisi kebal hukum. Jadi dia (Prabowo) melihat proyeksi di Pemilu 2014," ujar Hasim.
Dijelaskan dia, secara pribadi dan organisasi Prabowo dan Gerindra merupakan satu-satunya yang dianggap siap menatap Pemilu 2014. Parpol lain relatif tidak memiliki tokoh yang layak jual.
"Dengan pilpres kemarin (8 Juli lalu) Prabowo merupakan tokoh alternatif. Partai Golkar mengalami krisis kepemimpinan. Partai Demokrat masih dibayang-bayangi SBY dan keluarganya. Sedangkan klan Soekarno masih melekat dengan PDIP," jelas Hasim. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !