INILAH.COM, Jakarta - Investor asing sudah kembali masuk ke pasar saham Indonesia dengan nilai transaksi pada sesi I hari Senin (21/7) mencapai sekitar Rp 130 miliar. Mereka sudah dianggap imun terhadap teror bom di Indonesia.
Hal itu dikatakan analis saham Reliance Securities, Gina Novrina Nasution kepada INILAH.COM, Selasa (21/7). "Mereka sejak Jumat sudah melakukan net buying dan hari ini nilai transaksi mereka mencapai sekitar Rp 130 miliar yang merupakan angka yang termasuk besar," katanya.
Bom Marriott II hanya mempengaruhi persepsi saja. Pada hari Jumat perdagangan hanya mengalami panic selling pada awal perdagangan dan setelah itu berbalik arah menuju area positif. Namun kembali melemah karena adanya informasi dari media bahwa bom lain juga meledak di Muara Angke. Walaupun informasi ini kemudian diralat media.
Teror bom yang hanya berada di area bisnis hanya sesaat saja mempengaruhi perdagangan saham. Hal ini terbukti dari kasus teror bom di Bali, Dubes Kuningan, Marriott maupun Jumat kemarin hanya mempengaruhi persepsi saja.
Kecuali kalau teror bom di lokasi pertambangan ataupun pabrik besar. Akibatnya akan cukup dalam mempengaruhi kepercayaan investor di pasar saham. Saham-saham pertambangan tidak terlalu terimbas oleh teror bom karena sudah memiliki kontrak dalam jangka panjang. Walaupun tetap mempengaruhi sektor perbankan, infrastruktur, konsumsi maupun industri dasar. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !