INILAH.COM, Jakarta Sejak terjadinya ledakan di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, wartawan tidak diizinkan masuk ke Hotel JW Marriott maupun Ritz Carlton. Namun, hari ini manajemen Hotel Ritz Carlton memperbolehkan wartawan asing dari Australia masuk ke dalam lokasi. Sementara wartawan lokal dihalang-halangi.
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 10.00 WIB, saat seorang juru kamera dan seorang reporter Channel 10 Australia tiba-tiba saja masuk ke Hotel Ritz Carlton. Hal ini, membuat sejumlah wartawan lokal juga bergegas ingin masuk ke dalam.
Namun, mereka dihalang-halangi oleh petugas keamanan. Hal ini membuat sejumlah wartawan lokal yang menunggu di luar gusar. Pasalnya, selama ini mereka tidak diizinkan masuk ke tempat kejadian perkara (TKP). Sementara kedua wartawan tersebut berada di dalam selama sekitar satu jam.
"Mereka mendapat izin dari pihak kepolisian dan mendapat surat rekomendasi dari Kedubes Australia," jelas Direktur Humas Ritz Carlton, Els Ramadhinta, di Jakarta, Selasa (21/7).
Dia menjamin bahwa wartawan Australia tersebut hanya mewawancarai profil pekerja di hotel bintang lima itu. "Mereka nggak mengambil gambar. Izinnya untuk mengambil kenapa tidak di luar, nanti ramai. Mereka tidak menyuting TKP. Tidak sama sekali Cuma interview profil pegawai Ritz asal Australia," katanya.
Hal sebaliknya diungkapkan Wakadiv Humas Polri Irjen Sulistyo Ishak. Saat dihubungi wartawan, dia menyatakan tidak mengetahui ada izin kepada wartawan asing untuk masuk ke TKP. "Saya tidak tahu ada izinnnya," ujarnya. [nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !