Sabtu, 26 Mei 2012 | 18:19 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY Didesak Minta Maaf Soal Bom
Headline
Ray Rangkuti - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Larawana Intan
web - Selasa, 21 Juli 2009 | 13:42 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pidato Presiden SBY terkait bom Marriott-Ritz dianggap memukul kelompok masyarakat yang selama ini aktif melakukan advokasi pelanggaran dan kecurangan pemilu. Dianjurkan SBY menyatakan maaf atas pernyataannya yang terlalu cepat dari realitas sesungguhnya.

"Lebih dari itu, kenyataan tersebut setidaknya telah terbantahkan dengan berbagai penemuan-penemuan dari pihak keamanan yang mulai mengarah kepada kelompok dan pelaku. Jika dilihat dari pernyataan pihak keamanan, jelas belum ada indikasi kasus bom meledak dengan kisruh pelaksanaan pemilu," kata Koordinator Masyarakat Pengawal Demokrasi Ray Rangkuti di kantor Bawaslu, Jakarta, Selasa (21/7).

Dijelaskannya, kelompok masyarakat sedang berupaya mengungkapkan berbagai misteri pemilu 2009. Akhir-akhir ini makin memperlihatkan hasilnya. Oleh karena itu, demi kebaikan masa depan demokrasi sudah semestinya mendukung upaya pengalian berbagai persoalan pelaksanaan pemilu. Masa depan demokrasi bangsa, salah satunya sangat tergantung pada apakah pemilu dilaksanakan secara jujur dan adil, terbuka dan partisipatif.

"Kami mengimbau agar Bawaslu dan seluruh komponen masyarakat pembela pemilu jurdil untuk kuat hati dan kemauan dalam mengungkap kebenaran dan berbagai misteri pemilu 2009. Khususnya kepada Bawaslu sebagai salah satu penegak pilar pemilu justru lebih terpacu dalam mengungkap misteri pemilu 2009," imbuh Ray.

Selain itu, masyarakat pengawal demokrasi mengajak seluruh masyarakat Indonesia yang cinta pemilu jurdil untuk sama-sama mengangkat sumpah akan menyingkirkan segala yang tidak taat asas dan aturan serta kecurangan dalam setiap pelaksanaan pemilu.

"Jelas mereka adalah drakula-drakula anti demokrasi yang amat sangat berbahaya bagi maa depan demokrasi dan bangsa Indonesia. Sebab, penting untuk diingatkan bahwa warisan yang paling indah dan amat sangat berguna bagi anak cucu kita adalah demokrasi," pungkasnya. [bar]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
Riswan
Jumat, 24 Juli 2009 | 20:13 WIB
Saya dukung segala usaha untuk memperjuangkan hasil Pilpres yang jujur dan bersih dari segala bentuk kecurangan. Saya yang juga rakyat Indonesia (ingat rakyat Indonesia bukan hanya pendukung SBY saja) yang berhak untuk mendapatkan kepastian akan kebenaran terhadap penyelenggaraan Pilpres yang jujur dan adil. Jika ada upaya untuk mencari fakta adanya pelanggaran jangan diartikan sebagai tindakan makar atau usaha untuk menggagalkan hasil Pilpres. Bersikap bijaklah dalam hal ini. Kita semua tentunya ingin dipimpin oleh Presiden yang bersih dan jujur dalam bertindak. Jadi mari kita dukung segala upaya untuk memperoleh kebenaran, termasuk SBY sendiri yang mendukung untuk membuktikan bahwa dirinya bersih dan jujur. SBY jika salah dalam memberikan statement minta maaflah. Mengakui kesalahan dengan gentle menunjukkan kita berjiwa besar. Bukan sebaliknya. Daripada membuat blunder-blunder baru yang dapat disaksikan dunia.
Mbah Suro
Selasa, 21 Juli 2009 | 16:32 WIB
Ah nggak perlu minta maaf lah. SBY 'kan masih punya mandat sampai Oktober tahun buat bikin apa saja agar teroris ketemu dan dibekuk. Minta maaf bahwa belum bisa nangkep Nordin M Noor, itu nggak apa. Nggak usah pada reseklah. Yang penting Indonesia kembali aman. Caranya gimana terserah dia.
munir
Selasa, 21 Juli 2009 | 15:02 WIB
kalo pemimpin susah dimintai maaf, kami rakyat yang akan memberi maaf sebanya-banyaknya, seikhlas-ikhlasnya, setuju?
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.