Senin, 28 Mei 2012 | 17:22 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Aktivis 77: SBY Balik ke Zaman Belanda
Headline
Susilo Bambang Yudhoyono - inilah.com/Wirasatria
Oleh: Larawana Intan
web - Selasa, 21 Juli 2009 | 16:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dalam kampanyenya, SBY-Boediono selalu membantah pihaknya menganut ekonomi neoliberisme dan selalu mengatakan pro rakyat. Ternyata, aktivis 77-78 mengaku memiliki bukti ke-neolib-an SBY-Boediono. Apa itu?

"Ada Peraturan Presiden nomor 111 tahun 2007 yang ditandatangani SBY pada waktu itu ketika menko perekonomiannya Boediono yang mengatur bahwa Bank 99% sahamnya boleh dimiliki asing. Ini kan seperti zaman Belanda yang 100% di kuasai Belanda dan ini seperti adanya langkah mengembalikan pada zaman Belanda," ujar AKtivis 77-78 Abdul Rohim di Galeri Cafe TIM, Cikini, Jakarta, Selasa (21/7).

Menurut Abdul, pada waktu pilpres SBY selalu mengakui dirinya pro rakyat. Begitu juga Boediono dan Sri Mulyani yang di buktikan dengan perhatian SBY kepasda rakyat melalui BLT, BOS ataupun PNPM. Tapi, dengan adanya peraturan presiden itu telah menunjukkan bahwa SBY-Boediono itu neolib.

"Inilah Neolib. Padahal, Bank itu uangn tabungannya dari masyarakat dari keringat kita, modal itu hanya 10% yang lainnya uang kita tapi kepemimikan sahamnya oleh orang asing. Mana mau ada kredit usaha kecil kecuali untuk pencitraanm," katanya.

Abdul mengatakan, bisa dibandingkan antara Indonesia dengan Cina dimana kepemilikan asing hanya boleh 25%. "Cina itu bukan neolib tapi dia maju. Jadi negara maju tidak harus beraliran neolib. Bagi asing, liberalisasi itu pintu penjajahan baru," pungkasnya. [mut]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
4 Komentar
Penegak Kebenaran
Kamis, 23 Juli 2009 | 20:02 WIB
Kesimpulannya : " Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika mereka tidak mau merubah nasibnya sendiri"
Bambang
Selasa, 21 Juli 2009 | 22:10 WIB
kenapa kok bisa menang 60% yaa? kemane aje lo aktivis? sibuk cari ceperan kampanye trus kalah ya..? pliss deh, grow up maan...
Fat
Selasa, 21 Juli 2009 | 17:10 WIB
SBY balik ke Zaman Belanda. Lebih aneh lagi ternyata rakyat Indonesia juga pingin kembali dijajah asing melalui sponsor presidennya. Sayang yang melek kalah. Ingat ungkapan 'sing bener lan waras ngalah'. Aneh? ya.
ade
Selasa, 21 Juli 2009 | 16:24 WIB
TAPI kok banyak yg milih?.. heheheh.. aneh.. juga.. sudah terpilih baru pada ngedumel, kemarin2x kemana waktu pemilu?.. liburan?.. kalo beneran 60 % tidak boleh protes dong, apa pun keputusan presiden nanti nya
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.