INILAH.COM, Jakarta - Google melakukan kontrol imej dengan mematahkan pengritik YouTube. Google menyerang balik dengan membantah sedang mengalami masalah keuangan, juga membantah kualitas video YouTube turun.
Dalam posting berjudul YouTube Myth Busting di YouTube Biz Blog, jubir Google Chris Dale dan Aaron Zamost mematahkan beberapa mitos YouTube.
Kegiatan humas itu seperti tindak lanjut dari pernyataan CFO Google Patrick Pichette beberapa waktu lalu yang menyebut YouTube akan sangat profitable dalam waktu tak lama lagi.
YouTube dipertanyakan menyangkut berapa dana yang dibutuhkan untuk menjalankan situs berbagi video dalam skala yang sangat besar seperti itu.
Tapi sang jubir meminta YouTube tidak disebut sebagai situs berbagi video. Mereka beralasan YouTube juga tersedia banyak konten premium. Bahkan menyediakan materi unik dalam YouTube XL yang mirip siaran TV.
Dale dan Zamost juga membantah tingginya ongkos. Ia menyebut YouTube dirakit sendiri sehingga infrastrukturnya beda dengan standar industri.
Mereka juga membantah pengiklan menghindari YouTube, di mana konten premium terus tumbuh. Dale dan Zamost juga mempermasalahkan klaim hanya 3-5% dari situs itu yang menghasilkan uang. Namun mereka tidak menyebut angka yang benar.[ito]