INILAH.COM, Jakarta - PT Krakatau Steel (KS) menargetkan tambahan pendapatan sebesar Rp120 miliar per tahun dari peningkatan porsi penjualan langsung (direct selling).
"Dengan direct selling diharapkan ada peningkatan margin keuntungan," kata Direktur Pemasaran KS Irvan K. Hakim, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (22/7).
Menurut Irvan, mulai tahun 2008 pihaknya mulai menggalakkan pola penjualan langsung kepada perusahaan utamanya yang memiliki proyek besar.
Selain meningkatkan pendapatan, penjualan langsung juga dapat menjamin produk KS yang sampai kepada pemesan dijamin kualitasnya. "Penjualan melalui pihak ke tiga bisa saja terjadi praktik curang dengan menyisipkan produk bukan KS. Ini bisa mencoreng nama baik KS," katanya.
Tahun 2008 porsi penjualan langsung KS baru mencapai sekitar 25 persen dari total penjualan perusahaan. "Kita akan tingkatkan hingga 75 persen dalam dua tahun ke depan," tegas Irvan.
Bukan hanya dengan BUMN, tetapi kerjasama juga dilakukan dengan pihak swasta. Menurut catatan, pendapatan bersih perseroan selama tahun 2008 mencapai Rp20,6 triliun.
Irvan menambahkan, peningkatan porsi penjualan merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam mengatasi merosotnya permintaan baja akibat dampak krisis global. Meski begitu Irvan, menampik bahwa penjualan langsung tersebut akan mengurangi penjualan dalam volume kecil. "Penjualan dalam jumlah minimum 20 ton tetap terbuka. Ini disebut cash and carry. Tetapi pesanan lebih dari 50 ton akan diupayakan penjualan langsung," tegasnya.
Meski begitu Irvan tidak merinci target penjualan KS tahun 2009. Namun dari sisi harga ujarnya, saat ini harga Hot Rolled Coils (HRC) atau baja canai panas sebesar 650 dolar AS per ton, terjadi peningkatan dibanding dua bulan sebelumnya. [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !