INILAH.COM, Jakarta PT Indofarma Tbk (INAF) menunjukkan performa kinerja yang tidak membaik walaupun banyak menerima proyek dari pemerintah.
Hal ini diprediksi analis Indo Premier Sekuritas Hendri Pranoto dalam risetnya, Kamis (23/7). Ia memaparkan, kinerja ini menurun sebab pemerintah masih banyak menunda pembayaran bagi perseroan. Kami merekomendasikan jual dengan target harga Rp88 per saham, prediksinya.
Pada penutupan perdagangan di bursa kemarin (22/7), harga saham INAF ditutup naik 1 poin ke posisi Rp93. [san/cms]