Senin, 21 Mei 2012 | 20:25 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Teror dan Persepsi Abubakar Ba'asyir
Headline
Abubakar Ba'asyir - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Ahluwalia
web - Kamis, 23 Juli 2009 | 21:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta Abubakar Ba'asyir prihatin soal banyaknya korban yang jatuh dalam teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta, 17 Juli 2009. Tapi pandangannya yang masih radikal dalam soal teror bom ini, tetap memicu tanya kalangan luas.

Kepada pers, Abubakar Ba'asyir menyatakan, hanya orang yang terlibat dalam gerakan memusuhi Islam, meskipun hanya terlibat secara pemikiran, yang boleh dan wajib dibunuh. Begitu radikalkah pandangan Abubakar itu?

Para analis politik melihat, pandangan Abubakar itu masih radikal, keras. Buktinya, bagi Abubakar, meskipun hanya terlibat secara pemikiran untuk memusuhi Islam, siapa pun dia, maka boleh dan wajib dibunuh.

Cara pandangannya belum banyak berubah, meski sudah sedikit bergeser ke arah moderat, kata Nanang Tahqiq MA, dosen UIN Jakarta dan seorang pengamat Islam politik.

Abubakar Ba'asyir meyakini bahwa dalam kasus bom Mega Kuningan, dirinya yakin tidak semudah itu orang keluar-masuk hotel yang penjagaannya ketat. Dia yakin ada pihak-pihak yang menunggangi aksi pemboman di Mega Kuningan 17 Juli,seperti pada kasus bom Bali.

Yang percaya bom Bali buatan Muchlas, hanya orang idiot, tegasnya kepada pers.

Abubakar mengenal Muchlas, salah satu aktor Bom Bali dan mengaku pernah bertemu. Tapi Abubakar curiga peledakan bom Mega Kuningan, juga Bom Bali dan seterusnya itu rekayasa oleh lawan-lawan Islam. Tujuannya, memfitnah umat Islam, agar pemerintah bertindak represif terhadap umat Islam. Misalnya agar para mubalig ditangkapi.

Abubakar tak percaya Noordin M Top adalah otak di balik aksi bom itu. Abubakar melihat orang cenderung langsung menuduh. Padahal bukti-buktinya belum ada. Abubakar justru menduga Amerika Serikat berada di balik kejadian tersebut. Rekayasa sengaja dibuat untuk memojokkan Islam. Namun ini baru praduga dirinya.

Mengenai kemiripan bom Kuningan dengan bom Bali, Abubakar mengaku bukan ahli bom. Jika dikatakan bom itu bom bunuh diri, zahirnya memang begitu. Namun ia ingatkan bahwa orang kafir juga bisa melakukan bom bunuh diri. Mudah-mudahan polisi jujur dalam menangani kasus ini, katanya.

Beberapa lulusan Pesantren Ngruki, Solo, dituduh terlibat aksi terorisme. Dalam hal ini, Abubakar menegaskan, tak ada alumni pondok yang terlibat terorisme. Kalau ada yang terlibat jihad, itu benar. Meskipun begitu, saya tidak sependapat dengan Muchlas, Imam Samudera dan kawan-kawan mengenai jihad yang mereka lakukan,katanya.

Bagi Abubakar, pengeboman hanya bisa dilakukan dalam keadaan perang. Sedangkan seperti di Indonesia, lebih baik mendahulukan dakwah.

Abubakar menekankan di Ngruki, yang dipelajari adalah Quran dan Hadis. Jihad dengan cara pengeboman, menurut ijtihad Abubakar, boleh dilakukan dalam keadaan perang. Sedangkan Muchlas menggunakan ijtihad yang berbeda. Namun belum tentu ijtihad Abubakar itu benar dan ijtihad mereka yang salah. Bisa jadi ijtihadnya yang salah.


Abubakar prihatin soal banyaknya korban dalam pengeboman di JW Marriott dan Ritz-Carlton, Seharusnya tidak begitu. Orang kafir pun, jika tak memusuhi Islam, tak boleh dibunuh. Kita bisa hidup berdampingan. Hanya orang yang terlibat dalam gerakan memusuhi Islam, meskipun hanya terlibat secara pemikiran, yang boleh dan wajib dibunuh, katanya mengakhiri pembicaraan. [P1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
10 Komentar
herry
Rabu, 19 Agustus 2009 | 16:40 WIB
saya sependapat dgn ustad abu bakar basyir.teroris yg sedang merajalela di bumi kita adalah manusia-manusia laknat yg ingin menghancurkan islam dan mengadu domba anak bangsa..!!kafir amerika,zionis israel dan sekutunya ikut bertanggung jawab atas tragedi bom di indonesia.
cicak
Kamis, 13 Agustus 2009 | 10:20 WIB
Gurunya teroris kan Ba'asyir, ane mau nanya nich kpd yang mendukung bom bunuh diri, apa sudah ada bukti kalau yang bom bunuh diri itu masuk surga, coba perlihatkan bukti2nya. kalau bom bunuh diri itu masuk surga untuk apa susah2 : naik haji, solat, dll.
boy
Jumat, 24 Juli 2009 | 20:40 WIB
Kepada Abubakar Ba'asyir jangan terlalu berlebihan fitnah kepada AS dan Eropa tanpa adanya bukti yang jelas dari pengemboman JW Marriot dan Ritz... Tetapi marilah kita dukung pemerintah dan Polri untuk mengusut tuntas siapa pelaku pengemboman tersebut... Dan untuk para pelaku sebaiknya anda bertobat sebelum TUHAN murka terhadap kalian BERTOBATLAH.....
herry
Jumat, 24 Juli 2009 | 14:39 WIB
aku sarankan hendaknya Pesantren Al-Mukmin ngruki Solo itu d tutup saja karna dari sini lah muncul para pelaku BOM bunuh diri dan saya kira Bukan Mati Syahid tapi Mati Konyol, Apakah km tau klw itu mati Syahid ya sudah aku tunggu kabarnya ya, setelah km ke akhirat km balik lagi ke Dunia kabari aku klw km mati syahid, oh ya tambahan buat Abu bakar baasyir: anda itu sudah tua sudah bau tanah apakah anda yakin kalaw mati nanti masuk surga? klw belum bisa Jawab ya sudah aku Tunggu oh ya besok klw sudah sampe Akhirat tolong kabari aku apakah anda masuk Surga atau Neraka
gultor 81
Jumat, 24 Juli 2009 | 10:04 WIB
@irwan klo gak membunuh sampe sekarang kita masih dijajah mas...jgn terlalu naif jadi orang... konteksnya berbeda utk kasus yg baru ini gw pengen GULTOR 81 dr baret merah dilibatkan jagnan cuman densus saja
Leo Alexander Tambunan
Jumat, 24 Juli 2009 | 08:40 WIB
aneh.. apabila seorang ulama tokoh umat islam berbicara seperti itu. Saya berharap bangsa indonesia bersatu untuk memerangi teroris. Hentikan itu yang namanya tuduhan bahwa Amerika dalangnya...Israel Teroris.. dll. Yang dicari itu dalang semua perbuatan melawan Hukum. AYO PAK POLISI.. MAJU TERUS PANTANG MUNDUR..TANGKAP ITU PARA TERORIS.. SIAPA YANG MELINDUNGI MEREKA TANGKAP AJA PAK..SAYA MENDUKUNG..
budi
Jumat, 24 Juli 2009 | 08:14 WIB
Setuju dengan mas Irwan...di agama manapun tidak ada yang mengajarkan untuk membunuh...jadi sungguh aneh kalau orang-orang berpikiran untuk membunuh ini boleh... hiduplah dalam kasih dan pupuklah pahala dalam hidup ini. Hidup ini akan jauh lebih bermakna daripada sekedar melakukan aksi2 yang bisa menyakitkan orang banyak...
karna
Jumat, 24 Juli 2009 | 07:19 WIB
Israel adalah Negara Teroris. Amerika...pendukung Teroris. Amrozi CS melawan Amerika dengan cara Teroris. Jadilan Amrozi Teroris . Siapa anda..?, Anda dan kita semua adalah korban dari para teroris. Amrozi, Amerika, Israel....kapan mengakhiri terorisnya?. Mrekalah BOM Bikin Orang Mlarat
Moentero
Jumat, 24 Juli 2009 | 07:02 WIB
Salah jika kita mengatakan tidak boleh membunuh dengan alasan apapun, Coba anda lihat di Iraq, Afgan Palestina, Klo mereka tidak mebunuh maka ISrael, Amerika dan sekutunya akan membunuhnya. Kita boleh saja membunuh orang apabila dia menyerang kita, dengan artian defensif, bukan menyerang tapi bertahan klo diserang...
Irwan
Jumat, 24 Juli 2009 | 00:38 WIB
Membunuh dengan alasan apapun, tidak benar di mata Tuhan. Kasihilah sesamamu manusia seperti engkau mengasihi dirimu sendiri, ini baru benar di mata Tuhan. Diberkatilah orang-orang yang berhati busuk, selalu berpikiran negatif, dan terus berusaha mencelakai sesamanya, segera bertobat sebelum terlambat. Tuhan tidak pernah mengajarkan membunuh, yang ada adalah kasih..
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.