INILAH.COM, New York - Para investor merayakan kenaikan penjualan rumah, sehingga mendongkrak Dow Jones ke level di atas 9.000 sejak Januari.
Dow ditutup naik 190 poin menjadi 9.069,29 pada perdagangan Kamis (23/7), ini adalah level tertingginya. Sementara dua indeks besar lainnya, S&P 500 dan Nasdaq, mencatatkan gain lebih dari 2%.
Pemberitaan mengenai naiknya penjualan rumah pada bulan Juni dan melebihi ekspektasi, mendorong para investor untuk memperpanjang aksi beli yang telah mendongkrak Dow 923 poin (11%) hanya dalam 9 hari.
The Realtors mengatakan penjualan rumah meningkat 3,6% pada bulan Juni 2009. Penjualan yang tercatat adalah 4,89 juta atau sedikit diatas ekspektasi analis yaitu 4,84 juta.
Kendati demikian, pasar tetap harus bersiaga, pasalnya masih banyak perseroan, termasuk peritel yang menjadi barometer belanja konsumen, yang belum melaporkan kinerja kuartal II 2009. Dan banyak perseroan yang mencatatkan kinerja gemilang karena adanya efisiensi diberbagai sektor, termasuk pengurangan karyawan.
Sentimen negatif sudah mulai muncul berkaitan kinerja. Microsoft yang mencatatkan penurunan pendapatan yang tidak sesuai dengan proyeksi analis, melemahkan harga sahamnya. Begitu pula dengan American Express Co. dan Amazon.com.
Sentimen negatif juga datang dari perbankan. Bank-bank memperkirakan akan terus merugi seiring dengan credit consumer yang semakin rendah.
"Saya rasa pasar tidak memberikan sinyal bahwa kita telah pulih, namun memberikan sinyal bahwa pemulihan sedang berlangsung," ujar head of equities, Americas, Nomura Securities Intl. Inc. New York Ciaran O'Kelly.
Pada perdagangan Kamis (23/7), Dow Jones naik 188,03 poin (2,1%) menjadi 9.069,29, sementara S&P 500 naik 22,22 poin (2,3%) menjadi 976,29 dan Nasdaq naik 47,22 poin (2,5%) menjadi 1.973,60. [mre/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !