INILAH.COM, Makassar - Syamsul Haerudin tengah gundah. Loyalitasnya sebagai kapten PSM Makassar dipertaruhkan, menyusul tidak ada kata sepakat untuk nilai kontrak dengan PSM. Sementara itu, Persija terus merayu dengan uang sebesar Rp 1,3 Miliar.
"Saya untuk saat ini memang berada dalam posisi yang cukup sulit, dipihak PSM oleh pengelola yang diwakili Kadir Halid berjanji akan menimbang kembali nilai kontrak yang belum disepakati, namun di sisi lain, Persija akan menghubungi saya 2 - 3 hari ke depan untuk memperoleh kepastian," ucap Syamsul Haeruddin kepada Antara, Sabtu (25/7).
Sebenarnya, jika saja PSM Makassar menyetujui permintaannya, Syamsul tidak akan berpikir dua kali untuk tetap membela Laskar Juku Eja pada Superliga musim depan.
"Saya mengerti dengan kondisi yang dialami PSM, makanya saya tidak akan meminta sesuatu yang saya anggap tidak masuk akal untuk diwujudkan. Namun untuk saat ini, saya masih menunggu niat baik pengelola karena fokus utama saya tetap membela PSM pada musim depan," terangnya.
"Akan sangat sulit mendapatkan penghargaan yang begitu besar dari masyarakat Sulsel seperti yang saya terima saat ini, alasan itupun yang membuat saya tetap fokus pada PSM sebagai tujuan utama, namun untuk sekarang ini, aku serahkan semuanya kepada pengelola," ucapnya.
Kabarnya, kontrak senilai Rp 1,3 miliar rupiah yang ditawarkan Persija dua kali lipat lebih besar daripada kontrak yang ditawarkan PSM Makassar kepada Syamsul Haeruddin. Kalau sudah seperti ini masalahnya, pemain mana yang tidak pusing?[boy]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !