INILAH.COM, Surabaya Setelah pelatih Jaya Hartono memilih kembali menukangi Persib Bandung, kini manajemen Persebaya Surabaya kebingungan mencari pengganti mantan pemain tim nasional ini. Jaya, sebenarnya sudah menyatakan bersedia melatih tim Bajul Ijo.
Hal ini diakui asisten manajer Persebaya, Cholid Goromah, ketika dihubungi Antara di Surabaya, Minggu (26/7). Menurut Cholid, pengurusnya tidak memiliki rencana lain, mengenai pelatih karena sebelumnya, yakin Jaya akan menandatangani kontraknya.
Sampai sekarang kami belum memiliki gambaran jelas soal pelatih meskipun ada beberapa nama yang sudah didata. Target kami, dalam minggu ini sudah ada kepastian soal pelatih, jelas Cholid.
Lepasnya Jaya Hartono merupakan pukulan telak kedua bagi dua kali juara Liga Indonesia tersebut dan menyebabkan semua rencana berantakan.
Sebelumnya, tim ini juga gagal mendapatkan tanda tangan Jacksen Ferreira Tiago. Pelatih asal Brasil ini tidak cocok dengan nilai kontrak yang ditawarkan mantan timnya itu.
Jacksen yang pernah dibesarkan Persebaya, kabarnya meminta nilai kontrak sekitar Rp 1,5 miliar, sementara Persebaya hanya sanggup membayarnya di bawah Rp 1 miliar untuk satu musim.
Manajemen Tim Persebaya sebenarnya menargetkan nama pelatih sudah resmi diumumkan akhir pekan lalu, atau sepekan setelah manajemen tim terbentuk (18/7) agar selanjutnya bisa mencari pemain untuk pembentukan tim.
Selain Jaya Hartono, nama lain yang pernah disebut-sebut menjadi bidikan "Green Force" (julukan Persebaya) adalah Rudy William Keltjes. Namun, sejumlah pihak dikabarkan kurang sreg dengan masuknya mantan pelatih PSMS Medan ini.
Kami juga sedang mencari masukan, siapa kira-kira pelatih yang cocok menangani Persebaya dan bisa diterima semua pihak di lingkungan kesebelasan ini, tambah Cholid.
Nama-nama pelatih seperti Yudi Suryata, Danurwindo, atau Ivan Kolev (keduanya mantan pelatih timnas), sebenarnya memiliki pengalaman cukup banyak. Namun, belum sepenuhnya cocok menangani Persebaya.
Selain harus secepatnya menemukan sosok pelatih, pengurus Persebaya juga masih dihadapkan pada masalah pendanaan yang hingga kini masih belum jelas, termasuk meminta dukungan dana APBD Kota Surabaya.
Dalam hal pendanaan, Persebaya tertinggal dari dua seteru lamanya sejak di kompetisi perserikatan, yakni Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta (Persija) dan Persib, yang sudah lebih dahulu mampu menggaet investor dan tidak lagi menggunakan dana APBD.
Kami masih yakin bisa menggaet investor yang akan mendanai Persebaya untuk Liga Super musim depan. Apalagi Wali Kota Surabaya juga sudah berjanji untuk membantu, tutur Cholid.[*/S1]