Menarik sekali mengamati perilaku media televisi pascaledakan bom di Mega Kuningan. Mereka tidak mempedulikan lagi proses pemilu yang makin semrawut dan kian kacau, setelah MA membongkar pendapatan kursi parpol. Sembilan hari pascapilpres semua berkutat dengan tayangan teroris. Mengapa?
Uniknya berita yang ditayangkan hanya pengulangan-pengulangan tanpa kemajuan berarti. Bahkan saat SBY menuduh media memelintir pidatonya, media tidak menyangahnya. Tuduhan SBY tersebut seperti dibenarkan begitu saja.
Setelah Komisi Pemilihan Umum menetapkan rekapitulasi akhir pun televisi hanya memberitakannya selintas. Padahal teror drakula demokrasi lebih kejam daripada teror drakula bom, karena drakula demokrasi telah meluluhlantakkan seluruh sendi berbangsa dan bernegara.
Jika rakyat tidak diperingati, maka setiap pemilu atau pilkada, drakula demokrasi akan terus bergentayangan menghisap rasionalitas dan kepedulian rakyat. Puncaknya, rakyat tidak peduli pada demokrasi. Atau inikah bukti media sudah dikuasai drakula, setelah pemboikotan terhadap iklan politik Mega-Prabowo?
Abdullah Ikhsan
ikhsanabdullah@ymail.com