Senin, 28 Mei 2012 | 17:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Adukan Pilpres, Wajah Negarawan Mega-JK
Headline
Ray Rangkuti - inilah.com /Dokumen
Oleh: Djibril Muhammad
web - Senin, 27 Juli 2009 | 10:56 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Sikap Mega-Prabowo dan JK-Wiranto yang menolak hasil pilres dan lebih mengedepankan pelaporan kecurangan ke MK patut diapresiasi. Langkah kedua pasangan tersebut dianggap sebagai bentuk dari wajah kenegarawanan.

"Dengan begitu mereka memperlihatkan wajah negawaran yang lain yaitu menolak segala bentuk kecurangan tanpa kompromi dengan jalan dan cara yang dibenarkan hukum," ujar Direktur Eksekutif LIMA Ray Rangkuti kepada INILAH.COM di Jakarta, Senin (27/7).

Dengan begitu, lanjut Ray bangsa ini dapat mengerti jika semua tindakan salah akan selalu memiliki sanksi. Dan bukan permaafan yang berulang. Karena itu, menurutnya, Mega-Prabowo & JK-Wiranto harus membuktikan keseriusan penolakan mereka pada pelanggaran-pelanggaran pilpres dengan mengajukan berbagai temuan pelanggaran ke MK.

"Hal ini guna membuktikan bahwa mereka tidak main-main dan bersandiwara dengan apa yang mereka ucapkan kepada publik selama ini," kata mantan Sekjen KIPP ini.

Dengan pengaduan tersebut, tutur Ray, pasangan nomor urut satu dan tiga ini akan dapat simpati dan kepercayaan masyarakat. Bahkan apa yang mereka ucapkan dan lakukan selama ini bukan sekadar eksperesi kekecewaan, karena kekalahan dalam pilpres.

"Lebih dari itu agar ada jalan hukum untuk memperbaiki perilaku penyelenggara & sanksi atas mereka serta perbaikan sistem di masa yang akan datang," tandas Ray. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
3 Komentar
awan
Minggu, 2 Agustus 2009 | 09:46 WIB
Seorang negarawan justru tidak bersikap sepeti ini,namun mengormati hasil pemiliu dan mengakui kekalahan dan mengakui kemenangan. Rakyat sudah tidak bodoh, siapa yang pantas jadi negarawan sejati dan negarawan dari dunia pewayangan seperti pendito durno!!!!!!!!!!!!!
yamin
Selasa, 28 Juli 2009 | 10:17 WIB
yang satu pendendam, pelanggar ham, dan yang satunya lagi selalu over acting dengan segala jasa-jasanya. kumplitdah, inikah sebagai bentuk dari wajah kenegarawanan??? kalau udah kalah mestinya ngedukung yg menang. mana katanya "HANURA" hati nurani rakyat giliran rakyat memilih pilihannya ko dianggap curang.
henry
Senin, 27 Juli 2009 | 16:00 WIB
ini justru menunjukkan sikap tidak ksatria, padahal sudah mendeklarasikan siap menang siap kalah. sebetulnya mengakui kekalahan bukan lah hal yang merendahkan martabat malah membuat orang akan semakin menaruh hormat. melakukan gugatan padahal sudah tahu datanya tidak valid dan tdk mungkin dapat merubah perolehan suara yg menyebabkan perubahan hsl pemilu, kesannya hanyalah taktik mengulur-ngulur waktu agar tidak malu kpd masy pemilihnya tapi akibatnya malah jadi bumerang
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.