Senin, 28 Mei 2012 | 17:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
SBY Tak Puas dengan Parpol Koalisi
Headline
Ikrar Nusa Bakti - inilah.com/ Wirasatria
Oleh: Vina Nurul Iklima
web - Senin, 27 Juli 2009 | 12:20 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Putusan MA dinilai telah mengubah peta koalisi di pemerintahan. Putusan MA yang kontroversial ini disinyalir karena SBY terlalu ambisius dengan koalisi yang ada. Benarkah nasib koalisi besar yang digadang-gadang akan punah?

"Kalau dikatakan punah itu tidak. Tapi yang jelas SBY nggak puas dengan koalisi sekarang, jadi ia ingin tambah koalisi di parlemen," kata pengamat politik LIPI Ikrar Nusa Bakti saat dihubungi INILAH.COM di Jakarta, Senin (27/7).

Ikrar mengatakan koalisi besar untuk membentuk oposisi itu tidak cukup. Ditambah akibat putusan MA itu, Hanura tak lulus parliamentary threshold (PT), sementara Gerindra separuh suaranya berkurang dari perolehan sebelumnya.

"Ini akan menimbulkan goncangan-goncangan terhadap kubu SBY. Dampak dari putusan MA itu sangat dahsyat. Kalau begitu tidak perlu saja ada pemilu legislatif kemarin, karena semua masuk ke pemerintah," ujarnya.

Menurutnya, putusan MA itu menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, bukan ranah MA mengurusi perkara sengketa pemilu, melainkan MK.

"Selain itu apakah keputusan MA itu independen atau tidak, karena kalau tidak independenkenapa tidak jauh-jauh hari sebelum KPU rumuskan ke caleg terpilih," paparnya.

MA secara tidak langsung menimbulkan anggapan kalau bekerja tidak independen. Inilah yang perlu dibuktikan, apakah MA terseret arus politik atau tidak. [ikl/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.