Senin, 28 Mei 2012 | 17:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JK: Jangan Cuma Banyak Bicara
Headline
Jusuf Kalla - inilah.com/ Wirasatria
Oleh: Windi Widia Ningsih
web - Senin, 27 Juli 2009 | 13:01 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Bom, ekonomi, dan Islam. Ketiga hal itu kerap dibicarakan. Persatuan negara Islam diharapkan bisa menyelesaikan masalah ini. Namun tentunya jangan hanya banyak bicara yang dilakukan, tapi kerjakan.

"Banyak seminar membicarakan hal ini, tapi bagaimana menyelesaikan ini, jangan cuma banyak bicara, tapi apa yang kita lakukan untuk negara ini," ujar Wapres JK saat memberikan sambutan dalam acara seminar 'The Islamic world and the future of civilizations' di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (27/7).

Tujuan dari civilization, tutur dia, adalah kesejahteraan dan kesamaan. Bagaimana kesejahteraan dapat membawa kesamaan. Bagaimana menggunakan cara ekonomi untuk mengurangi ketimpangan dan menaikkan kesejahteraan.

"Bom seharga US$ 700 ribu dapat merugikan US$ 5 juta di dalam permasalahan ekonomi. Bagaimana persatuan negara Islam dapat menyelesaikan permasalahan ini? Ini merupakan tantangan bagaimana menyelesaikan permasalahan besar," kata JK yang pidatonya disampaikan dalam bahasa Inggris tanpa teks.

Ledakan bom yang terjadi di Indonesia, lanjut JK, sudah seperti yang terjadi di Pakistan, Afghanistan, dan beberapa negara Islam lain di dunia. Sehingga harus dicari jalan bagaimana agar dunia muslim dapat membuat dunia menjadi lebih baik.

"Saat itu harga minyak Rp 1.040 per barel, apa yang terjadi di dunia Islam? 70 Persen kaum muslim tinggal di negera berkembang. Apa akibatnya? Mereka semakin miskin karena negara kesulitan mendapatkan minyak. Negara kaya Indonesia, Pakistan, Bangladesh kesulitan mendapatkan minyak," ujar JK.

Negara, sambung dia, berkorban banyak, membayar subsidi. Tentu ada 20 persen negara Islam yang menikmati terlalu banyak kemewahan ini. Namun ini bukan cara Islam, karena cara Islam, harus membayar zakat 2,5 persen langsung saat mendapat dari tambang dan minyak.

"Kita bayar itu? Saya rasa tidak. Bagaimana kita bicara tentang civilization kalau kita sendiri tidak menerapkan itu. Negara-negara Islam sendiri tidak menerapkan itu. Dunia belum sembuh dari krisis karena dunia menerapkan ekonomi yang tidak realistis. Dalam cara Islam, syariah harus transaksi riil, tidak bergantung pada pasar finansial. Jika syariah bisa diterapkan, tidak ada bubble ekonomi. Ini kesempatan kita untuk mengubah dunia jika kita mengubah sistem. Ini memperkecil gap yang ada di masyarakat, karena ini dari Allah, lalu kita bisa membuat dunia lebih baik," urai JK. [sss]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
no
Rabu, 29 Juli 2009 | 08:32 WIB
@ADE, ahhhhhh dasar sinetron loe..
doni pasti jail
Selasa, 28 Juli 2009 | 13:46 WIB
Biarin aja , emang kalo udah jadi presiden bisa tidur nyenyak ???, kita liat nanti ....... Pesta sudah hampir usai !!!!!
doni
Selasa, 28 Juli 2009 | 13:09 WIB
@Iskandar Mochammad Sampai sekarang saya juga dak habis pikir mas,
Andi W. Wawo
Selasa, 28 Juli 2009 | 11:09 WIB
Setuju dengan pendapat Pak Iskandar, sebetulnya Pak JK adalah pemimpin bangsa yang kita sangat butuhkan, bahkan dunia sekalipun akan butuh pandangannya, sayang rakyat kita masih suka sosok pemimpin yang berpenampilan intelektual mewah dan banyak janji. Tapi hati saya sampai saat ini tetap yakin dan percaya bahwa pak JK yang akan memimpin bangsa ini walaupun sudah ada keputusan KPU. Wallahualam.
Yopie
Selasa, 28 Juli 2009 | 09:44 WIB
Saya setuju dengan anda Pak Iskandar. Tapi inilah realita bangsa Indonesia, kemampuan memilih pemimpinnya berbanding lurus dengan nasib bangsa ini. JK the real leader!!
ayman Faiz
Senin, 27 Juli 2009 | 15:03 WIB
sebuah komentar tajam bagi negara-negara islam bahkan bagi kita orang yang mengaku islam tapi tidak perduli sesama tapi lebih banyak berwacana!!
syafar
Senin, 27 Juli 2009 | 14:40 WIB
Ya, pak Iskandar saya sependapat dengan anda, mungkin inilah kondisi alam pemikiran kebanyakan rakyat di negara kita yang masih dibutakan mata hatinya siapa sebenarnya calon pemimpin yang bisa membawa bangsa ini ke jalan yang lebih baik dan benar. Patut disayangkan bangsa kita terlalu menyanjung sosok ketimbang kemampuan berfikir dan bekerja yang sebenarnya
ADE
Senin, 27 Juli 2009 | 13:23 WIB
Alaaaaaaaaaah JK banyak ngomong juga loe...
Iskandar Mochammad
Senin, 27 Juli 2009 | 13:22 WIB
Membaca pikiran pak JK, cara memandang beliau terhadap sesuatu, sy jadi heran, kenapa suara beliau hanya 12,41%. Ada yg salah dari negara ini untuk bagaimana memilih pemimpin yg sebenarnya
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.