INILAH.COM, Jakarta - Bom, ekonomi, dan Islam. Ketiga hal itu kerap dibicarakan. Persatuan negara Islam diharapkan bisa menyelesaikan masalah ini. Namun tentunya jangan hanya banyak bicara yang dilakukan, tapi kerjakan.
"Banyak seminar membicarakan hal ini, tapi bagaimana menyelesaikan ini, jangan cuma banyak bicara, tapi apa yang kita lakukan untuk negara ini," ujar Wapres JK saat memberikan sambutan dalam acara seminar 'The Islamic world and the future of civilizations' di Hotel Sahid, Jakarta, Senin (27/7).
Tujuan dari civilization, tutur dia, adalah kesejahteraan dan kesamaan. Bagaimana kesejahteraan dapat membawa kesamaan. Bagaimana menggunakan cara ekonomi untuk mengurangi ketimpangan dan menaikkan kesejahteraan.
"Bom seharga US$ 700 ribu dapat merugikan US$ 5 juta di dalam permasalahan ekonomi. Bagaimana persatuan negara Islam dapat menyelesaikan permasalahan ini? Ini merupakan tantangan bagaimana menyelesaikan permasalahan besar," kata JK yang pidatonya disampaikan dalam bahasa Inggris tanpa teks.
Ledakan bom yang terjadi di Indonesia, lanjut JK, sudah seperti yang terjadi di Pakistan, Afghanistan, dan beberapa negara Islam lain di dunia. Sehingga harus dicari jalan bagaimana agar dunia muslim dapat membuat dunia menjadi lebih baik.
"Saat itu harga minyak Rp 1.040 per barel, apa yang terjadi di dunia Islam? 70 Persen kaum muslim tinggal di negera berkembang. Apa akibatnya? Mereka semakin miskin karena negara kesulitan mendapatkan minyak. Negara kaya Indonesia, Pakistan, Bangladesh kesulitan mendapatkan minyak," ujar JK.
Negara, sambung dia, berkorban banyak, membayar subsidi. Tentu ada 20 persen negara Islam yang menikmati terlalu banyak kemewahan ini. Namun ini bukan cara Islam, karena cara Islam, harus membayar zakat 2,5 persen langsung saat mendapat dari tambang dan minyak.
"Kita bayar itu? Saya rasa tidak. Bagaimana kita bicara tentang civilization kalau kita sendiri tidak menerapkan itu. Negara-negara Islam sendiri tidak menerapkan itu. Dunia belum sembuh dari krisis karena dunia menerapkan ekonomi yang tidak realistis. Dalam cara Islam, syariah harus transaksi riil, tidak bergantung pada pasar finansial. Jika syariah bisa diterapkan, tidak ada bubble ekonomi. Ini kesempatan kita untuk mengubah dunia jika kita mengubah sistem. Ini memperkecil gap yang ada di masyarakat, karena ini dari Allah, lalu kita bisa membuat dunia lebih baik," urai JK. [sss]