INILAH.COM, Jakarta - Meski 150 pelanggaran yang ditemukan tim kampanye nasional JK-Wiranto baru akan dilaporkan ke MK pada sore nanti pukul 15.00 WIB. Namun capres Jusuf Kalla memberikan sinyal akan menerima apapun hasil MK nantinya.
"Apapun hasilnya nanti hasil MK apakah diterima atau tidak itulah yang kami hormati. Dan insya Allah pak JK akan menerima ini," tutur juru bicara timkamnas JK-Wiranto, Yuddy Chrisnandy usai pra deklarasi pencalonan dirinya sebagai Ketua Umum Partai Golkar dan tim suksesnya di Jakarta, Senin (27/7).
Diantara 150 catatan pelanggaran, menurutnya yang paling signifikan dan dapat membatalkan keabsahan pilpres adalah masalah DPT ganda ada 20 juta. "Yakni ada orang yang tertulis namanya duakali. NIK dobel dan alamat yang sama," ujar anggota Komisi I DPR ini.
Menurut politisi Partai Golkar ini ada dua unsur penting dalam pengajuan gugatan, yakni calon presiden dan pemilih. Untuk calon presiden jika ternyata ijasahnya palsu dan dalam pengecekan kesehatan dia sakit berat, maka secara otomatis gugur.
"Begitu juga dengan pemilih, kalau pemilihnya tidak absah itu juga sesuatu yang mengurangi pilpres. Itulah yang kami ajukan ke MK," terang Yuddy.
Mengenai DPT, KPU dinilainya tidak menjalankan perintah UU No. 42/ 2008 yang mewajibkan pengumuman DPT 30 hari sebelum. Selain itu, berbagai temuan 20 juta DPT ganda juga tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu penolakan yang dilakukan terhadap penetapan penghitungan.
"Kami menempuh jalur hukum sebagai bentuk tanggung jawab agar 2014, tidak lagi terjadi ketidakprofesional pemilu, ketidakindependenan penyelenggara pemilu," imbuh Yuddy. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !