INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla memang kini jadi pelit bicara. Capres 2009 ini lebih mengerem untuk tidak berbicara di depan publik usai pilpres. Meski demikian, hobinya menguntai kata dalam tulisan tidak berhenti.
Kesan itu terlihat jelas dalam blog pribadi JK di http://jusufkalla.kompasiana.com. Dalam blog tersebut, JK memang sempat terlihat tidak aktif menulis saat mendekati penyontrengan 8 Juli 2009. Postingan terakhir sebelum pilpres tercatat tanggal 2 Juli 2009 bertajuk 'Presiden Jawa'.
Setelah lama tidak meng-update blognya, kini JK mulai aktif lagi. Sejak 26 Juli lalu, setidaknya JK sudah memposting 3 artikel. Dua artikel pertama diterbitkan pada 26 Juli. Sedangkan 1 tulisan terbaru pada 27 Juli.
Tulisan pertama yang diposting JK, setelah cukup lama 'bersemedi' adalah Mengapa Orang Tionghoa Banyak Yang Jadi Pengusaha?. Sekadar diketahui, saat masa kampanye, jago Golkar dan Partai Hanura ini diterpa gosip miring seputar isu SARA. JK dianggap sosok yang tidak welcome terhadap kelompok Tionghoa.
Dalam tulisan tersebut, JK menjelaskan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan nasib menjadi pengusaha. "Menjadi seorang pengusaha, tidak ada relevansinya dengan pendidikan," tulis JK.
Ia menguraikan pengusaha dibentuk oleh lingkungannya. Bisa karena lahir di keluarga pengusaha, bergaul dengan pengusaha atau keadaan memaksa untuk jadi pengusaha. "Jadi tidak benar kalau orang Tionghoa dilahirkan untuk menjadi pengusaha," beber JK.
Tulisan kedua JK pun tidak kalah menarik. Ia menulis artikel berjudul 'JK: Jerigen Kosong'. Dalam postingan ini, JK menyitir kisah kampanye negatif dalam pilpres lalu. Saat itu, cerita JK, berkembang kabar dirinya sengaja menarik minyak tanah dari pasaran karena semua perusahaan tabung gas adalah milik saya.
"Padahal fakta di lapangan dari sekian banyak perusahaan pembuat tabung gas, tidak satupun yang menjadi milik saya ataupun jaringan bisnis keluarga saya," keluh JK.
Dirinya mengakui, saat awal konversi minyak tanah ke gas, kebanjiran demo dan cacian. Tapi, suami Mufidah Kalla itu bergeming. "Itulah sebabnya mengapa saya kalah pada Pilpres lalu, karena ternyata Isu BLT lebih menarik di mata masyarakat daripada isu kemandirian," ujar dia.
Sementara tulisan teranyar JK lebih berupa tips menjadi pengusaha. Artikel itu bertajuk 'Membangun Jiwa Usahawan'. JK dalam postingan itu memberi bocoran sukses menjadi pengusaha yakni berani memulai dan berani mengambil risiko. "Kalau hanya baca buku tentang teori ekonomi dan entrepreurship tanpa berani memulai maka jangan harap bisa menjadi pengusaha," urai bapak lima anak itu.
Ia pun tidak lupa menyisipkan alasan mengapa lebih suka disebut saudagar ketimbang pengusaha. Menurutnya, dalam bahasa sansakerta, saudagar memiliki makna seribu akal. "Dalam artian seorang pengusaha harus berani melakukan inovasi dan memberikan nilai tambah," tandas dia.
Sekadar diketahui, semenjak penyontrengan 8 Juli silam, JK memang terkesan jarang berbicara. Jubir tim JK Win, Jogi Soehandoyo membenarkan adanya aksi pelit bicara yang dilakukan JK.
"Belum waktunya Pak JK dan Pak Wiranto memberikan pernyataan kalah dan mengucapkan selamat kepada yang menang. Karena hasil penghitungan suara KPU belum mempunyai kekuatan hukum tetap, masih ada waktu untuk mengajukan proses hukum melalui MK," kata Soehandoyo. [ton]