inovasi portal berita
Jumat, 10 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,910.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bantah Jegal, JK Win Antar SBY ke Istana

Headline
Indra J Piliang - inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Windi Widia Ningsih
Senin, 27 Juli 2009 | 18:44 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Tim kampanye nasional Jusuf Kalla-Wiranto membantah bila pengajuan gugatan pilpresnya ke MK, untuk menjegal SBY-Boediono menuju Istana Negara. Malah JK berencana akan mengantarkan SBY ke Istana dengan pidato.

"Tidak, kami berharap kalau ini selesai dan MK memutuskan pilpres ini berlangsung secara jujur, adil, justru kita akan mengantarkan pak SBY ke istana negara. Kita akan antarkan bersama-sama dengan pidato yang indah dari pak JK, kami menjanjikan itu," kata Jubir timkamnas JK-Wiranto, Indra J Piliang di Gedung MK, Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Indra, pidato JK bukan berarti mengakui kekalahan, sebab hal tersebut bukan soal kalah dan menang. Indra juga mengatakan yang dipermasalahkan JK-Wiranto adalah soal aturan main. Apakah aturan main tersebut dilanggar atau tidak.

"Kalau aturan main dilanggar, seperti anak yang 11 tahun, dan orang yang sudah mati ikut main juga itu kan permasalahan. Misalnya dikabarkan yang main pemain MU tiba-tiba yang main persija itu salah dong?," cetusnya.

Mantan peneliti CSIS ini mengatakan, SBY juga mengakui jika perolehan suaranya ada yang hilang sekitar ratusan, namun ia tidak mempersoalkannya. Seharusnya, saran Indra SBY-Boediono mempersoalkan hal tersebut.

"Itu menurut saya mestinya SBY-Boediono mengajukan sekalipun itu hanya 100 atau 200 suara, mestinya dipersoalkan ke MK," sebutnya.

Indra menegaskan pihaknya akan menerima apapun putusan dari MK. Menurut dia, selama ini yang paling ngotot untuk melaporkan adanya proses pelanggaran pilpres ke MK adalah Partai Demokrat. Ada sekitar 38 kasus yang diajukan, tapi hanya 1 yang terbukti pemilu ulang yaitu di Nias Selatan.

"Nah yang mengajukan ke MA juga Demokrat bahwa itu hak mereka, namun itu juga merugikan kita, soal perhitungan tahap kedua. Dan itu Demokrat yang mengajukan sebagai pemenang," pungkas Indra. [win/jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.