Senin, 28 Mei 2012 | 17:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
JK Win: Ulang Perhitungan Suara Pilpres
Headline
Chairuman Harahap - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Windi Widia Ningsih
web - Senin, 27 Juli 2009 | 21:07 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Penetapan pilpres telah dilakukan KPU. Namun masih saja ditemukan banyaknya pelanggaran. Terkait hal itu tim advokasi JK-Wiranto meminta agar perhitungan pilpres diulang.

"Pada hari ini tim JK-Wiranto menyampaikan permohonan dimana kita meminta pembatalan. Kami mengajukan permohonan ini, kami meminta perhitungan suara ulang karena kita menemukan DPT yang sifatnya ganda," kata Koordinator tim advokasi Chairuman Harahap, di Gedung MK, Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Harahap, timkamnas JK-Wiranto telah menemukan sejumlah DPT yang berbeda saat perhitungan suara dengan soft copy DPT yang diterima dari KPU. "Jumlahnya tidak lah sama. Oleh karena itu, karena tidak sesuai dengan UU dan azaz pemilu maka kami menyampaikan keputusan perhitungan suara dibatalkan. Inilah isi dari permohonan kami," ujarnya.

Selain itu, tutur Harahap, JK-Wiranto juga mempersalahkan terjadinya penciutan TPS yang tidak jelas dan tidak transparan. Sehingga banyak pemilih dari pasangan nomor urut tiga ini yang tidak dapat memberikan suarannya.

"Ini menunjukan banyak hal yang menunjukan pilpres tidak berjalan dengan semestinya. Oleh karena itu, alasan-alasan ini membuat kita mengajukan permohonan," jelasnya.

Dia juga berharap apa yang diajukan JK-Wiranto dapat menjadi sumbangsih bagi kehidupan berbangsa dan negara. Ia
mengatakan saat ini dirinya membawa surat permohonan pengajuan perkara ke MK, daftar barang bukti, surat kuasa, soft copy yang diterima timkamnas JK-Wiranto pada 7 Juli lalu.

"Ini juga setelah kita binta baru diberikan oleh KPU pada 7 Juli," tandas Chairuman. [jib]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
Otak Dengkul
Selasa, 28 Juli 2009 | 12:32 WIB
Layaknya dalam kompetisi, tentunya kita harus mengawal dengan smart dan profesional atas proses kompetisi yang ada. Dihitung ulang? Nggak punya saksi Pak yang mengawasi jalannya pemilu? Didaerah TPS kami, saksi pasangan No. 3 tidak ada, sedangkan pasangan No. 1 saksinya orang setengah teler. Saksi No. 2 menurut saya yang bagus dan dibekali dengan tools yang memandu mereka. Nah kalau saksi saja tidak ada, meminta perhitungan ulang, apa tidak ngrepoti saja? Jangan karena tidak menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, kemudian ngelindur meminta perhitungan ulang. Lagian TPS kami, suarua pasangan No. 3 proporsinya emang segitu.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.