INILAH.COM, New York - Harga minyak terus meningkat akibat sentimen indeks dan data ekonomi yang dilaporkan pemerintah Amerika Serikat (AS).
Harga minyak untuk kontrak September naik 33 sen menjadi US$ 68,38 per barel pada perdagangan New York Mercantile Exchange. Harga minyak meningkat US$ 10 per barel dalam bulan ini, didorong oleh data ekonomi yang dilaporkan pemerintah AS dan Cina, ditambah lagi dengan kinerja kuartal II sebagian besar perseroan.
Dow Jones meningkat 11% dalam 10 hari, sementara data penjualan rumah baru juga meningkat 11% pada bulan Juni lalu. Kendati demikian, permintaan minyak masih belum mengalami peningkatan. "Harga minyak tidak berdiri sendiri, itu tergantung juga dari keadaan pasar," ujar analis Alaron Trading Phil Flynn.
Pada perdagangan Nymex, harga gasolin naik 1,88 sen menjadi US$ 1,93 per galon untuk kontrak Agustus dan harga minyak cair naik 1,53 sen menjadi US$ 1,8. Sedangkan harga gas alam untuk kontrak Agustus turun 9,1 sen menjadi US$ 3,6 per 1.000 kaki kubik. Di London, harga Brent naik 49 sen menjadi US$ 70,81 per barel pada ICE Futures. [mre/cms]