INILAH.COM, Jakarta - Dalam Bahasa Indonesia kata `selisih` dapat diartikan sebagai perdebatan atau diskusi. Ketika Daniela Wahler serta Markus Rombach mementaskan karya Selisih untuk dua saksofon pada tahun 2004, nama karya tersebut menjadi program serta simbol untuk usaha musikal mereka pada masa mendatang.
Dilengkapi dengan pemain flute Elizabeth Farrell serta pianis Mathias Trapp, musisi-musisi muda ini dari Freiburg langsung menjadi sangat aktif dalam upaya mengeksploitasikan bunyi-bunyian alat musik mereka.
Mereka senantiasa mencari bunyi dan teknik permainan yang baru. Dalam upaya ini, justru perselisihan kolektif dengan musik serta dialog musikal diutamakan.
Hal ini telah terbukti pada beberapa pementasan ansambel ini, antara lain padakonser Portrait Dieter Mack di Speyer dalam seri konser Kontrapunkte.
Pada bulan November 2007 mereka juga sempat membuka Festival Musik Internasional ke-4 di Phnom Penh, Kamboja. Kombinasi unik, yaitu dua saksofon, flute, dan piano memungkinkan aneka kombinasi dari permainan solo, sebagai duet, trio sampai dengan kuartet.
Dalam pementasannya di Festival Salihara 2009 ini, Selisih Ensemble akan memainkan karya dari komponis seperti: Chang-soon Ryu, Dylan Lardelli, Gillian Whitehead, Michael Norris, Robin Toan, serta karya Dieter Mack.
Pementasan musik kontemporer ini akan diselenggarakan di Teater Salihara pada hari Minggu, 2 Agustus 2009 pukul 20:00 WIB.
Selain pentas musik, Dieter Mack juga akan memberikan kuliah umum Fenomena Mixtur: Beberapa Aspek dari Komposisi Warna Suara, pada hari Minggu 2 Agustus 2009 pukul 17:00 WIB di Serambi Salihara. Kuliah ini akan diberikan dalam Bahasa Indonesia. Terbuka untuk umum, dan gratis!