INILAH.COM, Jakarta - Penularan HIV/AIDS yang utama adalah melalui penyalahgunaan narkotik dan obat-obatan terlarang (narkoba), bukan dari seks. Saat ini pelaku penggunaan narkoba terbanyak adalah anak-anak usia sekolah.
"Berdasarkan survei Badan Narkotika Nasional, keterlibatan pelajar yang memakai narkoba. Anak-anak SD pun sekarang sudah kena. Kewaspadaan ini bukan omong kosong apa yang saya sampaikan bahwa penularan utama HIV itu dari narkoba, bukan dari hubungan seks lagi," kata Dirjen Bina Kesmas Budihardja dalam seminar peringatan Hari Anak Nasional di Gedung Smesco Indonesia, Jakarta, Rabu (29/7).
Ia mengatakan penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik narkoba sangat cepat. Dari suntikan itu, darah masuk dan saling tercampur.
"Jadi pengamanan itu menjadi tugas kita semua. Guru, orang tua, dan masyarakat luas harus terlibat," imbuhnya.
Saat ini Depkes juga telah melakukan upaya-upaya mewujudkan program Indonesia bebas narkoba 2015. Dengan mendorong program-program dari sisi kesehatan, baik pengobatan, dan pencegahan.
"Luar biasa kita dorong dari sisi kesehatan. Bagaiaman kita menghadapi yang sudah terjaring, bagaimana supaya normal kembali (korban)," ungkapnya.
Namun demikian, menurutnya peranan masyarakat juga diperlukan dalam pemberantasan narkoba sampai ke akarnya. Masyarakat bisa ikut mencegah lewat menghadiri seminar-seminar soal narkoba.
"Prosesnya dikembalikan ke masyarakat. Setiap moment itu kita saling mengingatkan kepada semua. Misalnya seminar ini yang datang itu kan yang sehat ke forum ini. Jadi kita memberikan benteng kepada yang sehat," pungkasnya. [ikl/ana]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !