INILAH.COM, Maiduguri Kerusuhan besar yang terjadi di Nigeria dalam dua hari terakhir membuat Nigeria bagaikan kapal pecah. Ratusan jenazah terlihat bergelimpangan di sepanjang jalan di Kota Maiduguri, Negara Bagian Borno, yang menderita kerusakan paling parah akibat kerusuhan.
Di kota ini, jenazah warga sipil, kaum militan, keamanan tergeletak begitu saja di luar kantor polisi dan di ruas-ruas jalan. Jumlah jenazah yang bergelimpangan di jalan itu, seperti dilansir BBC, Rabu (29/7), mencapai sedikitnya 100 orang.
Polisian dan tentara Nigeria kini diperintahkan untuk menggunakan segala cara demi mencegah meluasnya aksi kekerasan. Hal ini setelah sejumlah kantor polisi diserang dan banyak warga sipil ditarik paksa dari kendaraan mereka untuk dibunuh.
Sejumlah bangunan dan sebuah kantor polisi dikabarkan mendapat serangan. Di antaranya di kantor polisi di Wudil, sekitar 20 km dari Kano, kota terbesar di Nigeria Utara. Kondisi keamanan juga dikabarkan memburuk di kawasan dataran tinggi di selatan Bauchi, di mana ratusan orang tewas dalam bentrokan warga Muslim dan Kristen tahun lalu.
Sejumlah anggota kelompok militan yang dikenal dengan nama Boko Haram (Pendidikan Haram) diyakini sebagai aktor di balik kerusuhan itu. Mereka adalah pendukung seorang ulama Mohammad Yusuf yang menyebut sistem pendidikan Barat yang diterapkan Nigeria tidak sesuai ajaran Islam.
Yusuf kini menjadi buronan nomor satu di negara itu. Bahkan, hingga tadi malam, tembak menembak dilaporkan masih terjadi di Maiduguri. Begitu juga di Potiskum, Negara Bagian Yobe.[nuz]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !