inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

WIKA Incar Proyek Aljazair Senilai Rp 15 T

Headline
inilah.com /Raya Abdullah
Oleh: Mosi Retnani Fajarwati
Rabu, 29 Juli 2009 | 14:10 WIB
INILAH.COM, Jakarta - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) mengincar proyek konstruksi masjid di Aljazair senilai Rp 15 triliun. Perseroan berniat membentuk perusahaan patungan (joint venture) untuk proyek tersebut.

Demikian dikatakan Direktur Utama WIKA, Bintang Pergowo, ketika ditemui di kantor pusat WIKA, Rabu (29/7). "Untuk proyek itu, kita rencananya akan bentuk joint venture," ujarnya.

Perseroan akan menggandeng sebuah konsorsium perusahaan konstruksi asal Jepang (KOJEL) dan sebuah perusahaan BUMN Aljazair. "Kalau share, kita sebesar Rp 6 triliun," tambah General Manager Keuangan WIKA, Entus Asnawi, pada kesempatan yang sama.

Bintang menjelaskan, hingga kini proyek tersebut masih dalam proses penyelesaian desain dan bila desain rampung baru akan digelar tender. "Sebenarnya mereka (pemerintah Aljazair) sudah ada pembicaraan, memberi sinyal ke kita untuk proyek ini. Tendernya sendiri sekitar awal tahun depan digelarnya," ujar Bintang.

Selain itu, perseroan juga berniat untuk bekerja sama dengan Cevitel, sebuah perusahaan swasta konstruksi asal Aljazair, untuk proyek-proyek perkantoran di negera tersebut. "Kita nanti gak ambil (bagian) banyak-banyaklah, itu juga sudah lumayan," ujarnya.

Bintang mengaku, tawaran yang datang dari Aljazair sudah banyak yang masuk namun masih dalam kajian perseroan karena terhambat aspek keuangan antar negara yang bisa menimbulkan risiko tinggi.

Sementara Entus menambahkan, saat ini perseroan sedang mengadakan kepada dua bank lokal terkait hambatan aspek keuangan tersebut. "Kita sedang penjajakan dengan BNI dan Bank Expor Indonesia untuk menjadi penjamin finansial proyek-proyek yang ada di sana," ujarnya.

Hingga kini, jumlah fasilitas pinjaman perseroan mencapai Rp 4,5 triliun yang didapat dari beberapa bank, diantaranya Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Panin, dan Deutsche Bank. "Dari nilai itu, yang sudah terpakai Rp 1,7 triliun. Fasilitas ini kita gunakan untuk jaminan tender dan jaminan proyek," ujar Entus.

Tahun ini, perseroan memiliki beberapa proyek maupun sedang menjajaki tender dengan pemerintah maupun pihak swasta, diantaranya pembangunan depo pengisian bahan bakar pesawat di Kualanamu dan power plant dengan PLN. [mre/hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.