inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Perpres 10 Ribu MW Tahap II Terbit September

Headline
Purnomo Yusgiantoro - inila.com
Oleh:
Kamis, 30 Juli 2009 | 13:53 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pemerintah menargetkan peraturan presiden (perpres) mengenai pembangunan percepatan pembangkit 10.000 MW tahap kedua diharapkan dapat terbit paling lambat bulan September 2009.

Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, di Jakarta, Kamis (30/7), mengatakan perpres program 10.000 MW tahap kedua akan menjadi payung hukum bagi pelaksanaan mega proyek tersebut. "Isi perpres hampir sama dengan tahap pertama karena merupakan kelanjutannya," katanya.

Menurut dia, saat ini draf perpres tengah dibahas antardepartemen. Selain Departemen ESDM, pelaksanaan proyek nantinya juga menyangkut, antara lain Depkeu, Deperin, dan Kantor Menneg LH.

Sembari menyiapkan perpres, lanjut Purnomo, pihaknya meminta PT PLN (Persero) memastikan dulu kelayakan pembangunan pembangkit yang nantinya masuk dalam program 10.000 MW.

"Apakah proyek panas bumi atau PLTA yang masuk dalam daftar nantinya bisa berjalan. Kami mesti pastikan dulu itu. Setelah itu, baru diterbitkan perpresnya. Jangan sampai setelah diteken presiden, nanti proyek malah tidak jalan," ujarnya.

Purnomo juga mengatakan, pemerintah tengah menyiapkan aturan peningkatan kandungan lokal dalam proyek 10.000 MW tahap kedua.

Menurut dia, kandungan lokal dalam tahap pertama masih kecil. "Dari 32 proyek yang sudah terkontrak, hanya tiga proyek yang dikerjakan perusahaan dalam negeri," katanya.

Ketiga proyek yang seluruhnya berskala kecil itu adalah PLTU NTB oleh PT Barata Indonesia, PLTU Gorontalo oleh PT Meta Epsi, dan PLTU Sulut oleh PT Wijaya Karya, sedang lainnya dikerjakan kombinasi asing dan lokal. "Karenanya, dalam tahap kedua ini, kami akan upayakan peningkatan kandungan lokalnya," tegasnya.

Sekretaris Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi Departemen ESDM, Agoes Tribusono, menambahkan, aturan kandungan lokal tersebut bisa berasal dari Deperin dan Depkeu. "Kami hanya sebagai pelaksana saja," tuturnya.

Berdasarkan data sementara, proyek 10.000 MW tahap kedua berdaya total 9.963 MW berlokasi di luar Jawa 5.626 MW dan Jawa 4.337 MW. Proyek tersebut sebagian besar memakai energi baru dan terbarukan yakni panas bumi 4.733 MW (48 persen) dan air 1.174 MW (12 persen). Sedang, sisanya batubara 2.616 MW (26 persen) dan gas 1.440 MW (14 persen). [*/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.