INILAH.COM, Jakarta - Pergerakan IHSG pada Jumat (31/7) diperkirakan masih berpotensi menguat akibat sentimen ekspektasi terkendalinya inflasi dan akan berada di kisaran 2.250 - 2.330 dengan saham pilihan BMRI, UNTR dan BUMI.
Hal itu dikatakan analis saham Paramitra Alfa Sekuritas, Pardomuan Sihombing kepada INILAH.COM kemarin. "Inflasi yang terkendali membuat BI rate dapat diturunkan kembali. IHSG berpotensi di atas 2.300 dengan perkiraan bergerak di level 2.250 - 2.330," katanya.
Namun dengan penguatan yang terjadi pada perdagangan Kamis kemarin maka investor harus mewaspadai adanya aksi profit taking. Itu disebabkan akan terjadi sell on news dan juga efek akhir pekan, walaupun kalau terjadi profit taking, setelah pasar memiliki kepastian melihat besaran inflasi bulan Juli yang akan diumumkan tanggal 3 Agustus mendatang.
Jadi hari ini profit taking baru sebuah potensi saja. Kalau inflasinya di atas ekspektasi maka pada Senin (3/8) penurunan bisa berlanjut. Tetapi kalau sesuai ekspektasi maka profit taking hanya sementara.
Untuk sentimen dari harga minyak, dalam jangka pendek berpotensi terkoreksi menuju level US$ 60 per barel. Anjloknya harga minyak dunia pada Kamis kemarin karena pada Rabu malam sebelumnya keluar data inventory minyak AS yang mengalami peningkatan. Jadi pelemahannya sangat drastis dari US$ 68 per barel langsung anjlok ke level US$ 63 per barel.
Sektor yang menjadi pilihan antara lain sektor infrastruktur, perbankan dan properti. Sektor ini terkait dengan data inflasi dan penurunan BI rate. Saham yang jadi pilihan seperti Bank Mandiri (BMRI), United Tractors (UNTR) dan Bumi Resources (BUMI).
Selain itu saham-saham blue chip masih berpotensi naik searah dengan kenaikan indeks. Sebab saat ini dana asing sudah mulai naik lagi terbukti dengan menguatnya rupiah yang terus naik berada di bawah Rp 10.000 per US$. [hid/cms]