Arif Sagita, analis dari Panin Securities mengatakan, IHSG masih berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, investor disarankan mewaspadai adanya koreksi di awal perdagangan. Saham perbankan mungkin akan terkoreksi karena kemarin sudah naik pesat, ujarnya kepada , di Jakarta, Kamis (30/7) sore.
Menurutnya, melesatnya IHSG pada perdagangan kemarin, bukan anomali. Pasalnya, kenaikan ini didorong saham perbankan papan atas merespon laporan keuangan semester pertama 2009 yang positif. Penguatan bukan anomali karena indikatornya beralasan, imbuhnya.
Optimisme pasar masih akan terbentuk seiring kinerja positif yang dicatatkan emiten-emiten. Salah satunya adalah sektor perbankan kelas atas seperti PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Mandiri (BMRI), yang mampu membukukan laba double digit di tengah krisis global. Hal ini menunjukkan daya tahan sektor perbankan yang cukup kuat, katanya.
Arif pun memprediksikan, sektor finansial ini akan menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi domestik. Meskipun pertumbuhan kredit terpantau masih lemah, namun ia menganggap, pasar cenderung memperhatikan laba bersih yang mampu diraih emiten.
Atas kondisi ini, Arif merekomendasikan saham perbankan seperti BMRI, BBRI dan BBCA. Namun ia menyarankan investor untuk membeli di harga rendah mengingat saham-saham ini sudah melesat signifikan kemarin. BMRI, BBRI dan BBCA masih menari, tapi tunggu koreksi dulu, paparnya.
Sementara saham lain yang direkomendasikan berasal dari sektor perkebunan minyak kelapa sawit (CPO), terkait potensi kenaikan harga komoditas. Menurutnya, harga CPO saat ini masih lagging, dengan kenaikan yang belum terlalu tinggi, padahal harga komoditas lain sudah melesat.
Selain itu, lanjutnya, harga CPO juga berpeluang naik akibat tambahan permintaan dari China. Saham pilihan saya adalah AALI (PT Astra Agro Lestari) dan LSIP (PT London Sumatera), imbuhnya.
Namun, Arif menyarankan untuk menahan aksi beli terhadap saham tambang logam dan energi. Pasalnya, harga minyak mentah saat ini masih rentan terhadap koreksi. Tunggu sampai harga minyak menyentuh support di US$ 60 per barel, baru ancang-ancang masih, jelasnya.
Pada perdagangan Kamis (30/7), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melesat 72,323 poin (3,25%) ke level 2.298,135. Perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatat volume perdagangan 9,808 miliar, senilai Rp 7,013 triliun dengan frekuensi 149.491 kali. Sebanyak 161 saham naik, 55 saham turun, dan 56 saham stagnan.
Saham-saham perbankan kemarin menguat antara lain PT Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 225 menjadi Rp 3925, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 450 ke Rp 7.450, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) naik Rp 100 menjadi Rp 1.880, dan PT Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 75 menjadi Rp 3.725.
Sementara saham Grup Bakrie memimpin pergerakan bursa, dengan menguasai hampir separuh transaksi harian yang mencapai Rp 7 triliun. Saham PT Bakrieland Development (ELTY) mengkontribusi nilai transaksi Rp 313 miliar, PT Energi Mega Persada (ENRG) senilai Rp 224 miliar, dan PT Bakrie & Brothers (BNBR) senilai Rp 145 miliar.
Sementara saham PT Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) tercatat ditransaksikan senilai Rp 167 miliar, PT Bakrie Telecom (BTEL) senilai Rp 78 miliar dan PT Darma Henwa (DEWA) senilai Rp 92 miliar. Sedangkan PT Bumi Resources (BUMI) yang naik Rp 225 (10,22%) ke posisi Rp 2.425 menyumbang nilai transaksi sebesar Rp 2,102 triliun. [E1]