INILAH.COM, Jakarta - IHSG Sesi I pada perdagangan Jumat (31/7) ditutup naik 20,4 poin (0,89%) ke level 2.318,54 karena mengikuti pergerakan indeks Wall Street dan regional yang naik serta sentimen masuknya dana asing ke dalam negeri.
Hal itu dikatakan analis saham Sinarmas Securities, Alfiansyah kepada INILAH.COM , Jumat (31/7). "Selain karena sentimen eksternal juga dari internal cukup positif dan adanya sentimen dana asing masuk ke pasar modal," katanya.
Pasar juga masih memiliki ekspektasi inflasi yang terkendali dengan perkiraan di bawah 0,5% dan year on year sekitar 3,6% untuk bulan Juli. Hal ini mendorong penurunan BI rate dan masih terkendalinya pertumbuhan ekonomi.
Faktor ini yang membuat sentimen potitif bagi investor asing sehingga berinvestasi ke Indonesia. Hal ini mendorong penguatan rupiah setelah melihat dana asing banyak yang masuk ke pasar modal.
Namun dengan posisi di akhir pekan membuat pergerakan IHSG rawan koreksi dari aksi profit taking. Sebab investor memiliki kesempatan untuk merealisasikan keuntungan setelah mengalami kenaikan cukup tajam.
Volume perdagangan mencapai 6,7 miliar lot saham senilai Rp 5,6 triliun dengan 77 saham naik, 100 saham turun serta 53 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 3,47 poin ke 454,38 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,3 poin ke 384,79.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Merck (MRK) naik Rp 2.500 ke Rp 60.000, Astra International (ASII) naik Rp 1.1500 ke Rp 29.250, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 25.900, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 300 ke Rp 2.725, Astra Agro Lestari (AALI) naik Rp 250 ke Rp 19.350, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 150 ke Rp 9.350, United Tractors (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 12.650, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 ke Rp 4.125, Resources Alam Indonesia (KKGI) naik Rp 200 poin ke Rp 2.500.
Sementara saham yang turun antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp 350 poin ke Rp 9.050, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 100 ke Rp 5.400, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 11.800, Buana Finance (BBLD) turun Rp 65 ke Rp 400, Hexindo Adiperkasa (HEXA) turun Rp 50 ke Rp 2.675, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 50 ke Rp 7.400. [hid/cms]