INILAH.COM, Jakarta - IHSG pada perdagangan Jumat (31/7) ditutup naik 23,58 poin (1,03%) ke level 2.321,72 karena pengaruh indeks Wall Street dan regional yang masih positif serta sentimen masuknya dana asing ke dalam negeri mencapai Rp 1,1 triliun.
Hal itu dikatakan pengamat pasar modal David Cornelis kepada INILAH.COM , Jumat (31/7). "Di samping karena bursa global dan regional, investor sedang tertuju pada laporan keuangan yang hari ini terakhir dirilis yang didukung oleh kondisi ekonomi makro yang stabil dan rupiah yang terjaga," katanya.
Namun pekan depan sangat rentan terhadap aksi profit taking. Pergerakan pekan depan diperkirakan akan di level 2.200. Sebab proyeksi di level 2.300 hanya extended projection dari trend bullish yang overshooting, walaupun secara overall trend IHSG masih bullish.
Volume perdagangan mencapai 13,6 miliar lot saham senilai Rp 9,5 triliun dengan 105 saham naik, 110 saham turun serta 67 saham stagnan. Untuk LQ45 naik 3,2 poin ke 454,14 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 3,7 poin ke 385,17.
Untuk saham-saham yang naik antara lain Merck (MRK) naik Rp 2.500 ke Rp 60.000, Astra International (ASII) naik Rp 1.400 ke Rp 29.500, Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 26.500, United Tractors (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 12.950, Indocement Tunggal Prakasa (INTP) naik Rp 400 ke Rp 9.500.
Sementara saham yang turun antara lain Telekomunikasi Indonesia (TLKM) turun Rp 450 poin ke Rp 8,950, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 11.700, Sumi Indo Kabel (IKBI) turun Rp 150 ke Rp 1.300, Bank Rakyat Indonesia turun Rp 150 ke Rp 7.300. [hid/cms]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !