INILAH.COM, Jakarta Akhir pekan ini, indeks saham pesta pora dengan nilai transaksi tercatat hampir mencapai Rp 10 triliun. Saham Grup Bakrie berperan besar dalam penguatan bursa, didukung laporan keuangan yang positif dan naiknya harga komoditas dunia.
Pada perdagangan Jumat (31/7), IHSG melambung tinggi, dengan naik 25,101 poin (1,09%) ke level 2.323,236. Indeks LQ 45 juga naik 3,506 poin (0,78%) ke level 454,415 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 0,97 menjadi 385.22.
Bursa saham Indonesia pada awal perdagangan dibuka naik 0,77% ke level 2.315. Maraknya aksi beli, seiring bertaburannya sentimen positif di lantai bursa, mengangkat IHSG hingga pada sesi siang bertengger di angka 2.318 dan akhirnya ditutup di 2.323.
IHSG mampu ditutup melesat, seiring sentimen positif bursa eksternal. Di bursa AS, indeks S&P 500 dan DJIA mengalami peningkatan ke level tertinggi sejak November, sementara indeks Nasdaq melejit ke level tertinggi sejak Oktober.
Kondisi ini membawa bursa Asia menguat lebih dari 1%. Alhasil, IHSG yang hari ini rawan profit taking pun menjadi menguat, kata Budi Ruseno, analis dari Bhakti Securities.
Sentimen positif lain penggerak bursa berasal dari laporan keuangan semester pertama dan kuartal II 2009 beberapa emiten yang berada di atas ekspektasi pasar, meskipun ada juga yang mengalami penurunan.
Selain itu, lanjutnya, antisipasi investor terhadap data inflasi yang diprediksikan masih terkontrol, juga mengangkat indeks saham akhir pekan ini. Dengan ekspektasi inflasi masih rendah, akan membuka peluang bagi BI untuk memangkas BI rate yang kini di level 6,75% sebesar 25 basis poin ke 6,5%, paparnya.
Di sisi lain, penguatan rupiah terhadap dolar AS, mengindikasikan aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik. Hal ini menunjukkan investor asing masih memburu aset berimbal hasil tinggi di emerging market. Indonesia masih menarik, terkait sumber daya alamnya yang besar, ucapnya.
Sektor tambang memimpin penguatan bursa dengan melonjak 4,8%, disusul aneka industri naik 3,5%, perdagangan 1,9%, industri dasar 1,4%, finansial 1,01%, manufaktur 0,93%, dan perkebunan 0,74%. Sedangkan tiga sektor yang masih terpantau memerah adalah sektor konsumer, properti dan infrastruktur.
Naiknya sektor tambang dipicu peningkatan harga komoditas di tengah bullish-nya bursa saham regional dan global. Investor berekspektasi pemulihan ekonomi global akan segera terjadi. Apalagi harga kontrak minyak mentah Nymex September naik 53 sen dan diperdagangkan di level US$ 67.47 per barel.
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat ramai. Volume transaksi yang dibukukan mencapai 13.930 juta lembar saham, senilai Rp 9,97 triliun dengan frekuensi 156.474 kali. Sebanyak 110 saham naik, 105 turun dan 67 saham stagnan.
Emiten-emiten yang mengalami penguatan terbesar antara lain PT Merck (MERK) yang melonjak Rp 2.500 menjadi Rp 60.000, PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) naik Rp 1.250 ke Rp 26.500, PT Astra International (ASII) naik Rp 1.200 menjadi Rp 29.300, PT United Tractor (UNTR) naik Rp 500 ke Rp 12.950, dan PT Bumi Resources (BUMI) menguat Rp 375 menjadi Rp 2.800.
Saham PT Bank Mandiri (BMRI) juga naik Rp 250 menjadi Rp 4.175, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terangkat Rp 250 ke posisi Rp 13.600, PT Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 150 menjadi Rp 3.500, dan PT International Nickel (INCO) naik Rp 125 menjadi Rp 4.300,
Sedangkan beberapa emiten yang melemah antara lain PT Telkom (TLKM) anjlok Rp 450 ke Rp 8.950, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) tergerus Rp 150 menjadi Rp 7.300, PT Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 11.700, PT Kalbe Farma (KLBF) anjlok Rp 30 menjadi Rp 1.310 dan PT Indofood (INDF) turun Rp 25 menjadi Rp 2.275.
Bursa Asia memberi dukungan terhadap penguatan IHSG. Bursa saham Tokyo ditutup menguat dipicu aksi beli dan short-covering seiring rilisnya laporan keuangan kuartal kedua 2009 yang positif dari perusahaan unggulan seperti Sony, Fujitsu dan NEC.
Sementara indeks core consumer price Juni turun 1,7%, ketimbang Mei yang turun 1,1%. Indeks Nikkei naik 191,62 poin (1,9%) ke level 10.356,83 dan indek Topix naik 13,32 poin (1,4%) menjadi 950,26. Sepekan ini, Nikkei menguat 4,1%, sedangkan sejak awal bulan naik 4% dan 17% sejak awal 2009.
Bursa Korea mengalami kenaikan tertinggi 11 bulan terakhir, dipicu rilisnya data industrial output Juni yang hasilnya di atas ekspetasi. Indeks Kospi naik 22.55 poin (1.5%) pada level 1.557,29. Sejak awal bulan mengalami kenaikan 12%.
Demikian pula bursa Filipina naik 33,15 poin (1,21%) pada 2.798,33. Indeks Taiex di bursa Taiwan naik 50,60 poin (0,72%) menjadi 7.077,71 dengan nilai transaksi 158,27 miliar dolar Taiwan (4,83 miliar dolar AS). Sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong menguat 339,25 poin (1,68%) ke 20.573,33, dan indeks Straits Times naik 1,58 poin (0,06%) ke posisi 2.637,77. [E1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !