inovasi portal berita
Sabtu, 11 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Bedanya PKS-Hanura Soal 'Pohon'

Oleh: Vina Nurul Iklima
Minggu, 2 Agustus 2009 | 09:03 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dalam menghadapi sengketa pemilu dan pilpres, PKS dan Hanura beda cara pandang dan penyikapan. Kendati sama-sama mengajukan gugatan uji materi ke Mahkamah Konstitusi (MK), PKS dan Hanura punya jalan masing-masing.

"Filosofi PKS adalah menyiram tumbuhan yang sudah layu agar tumbuh berkembang dan bermanfaat bagi makhluk hidup," kata Wasekjen DPP PKS Agus Purnomo kepada INILAH.COM di Jakarta, Minggu (2/8).

Sementara filosofi Partai Hanura dinilai lebih keras dan tajam daripada PKS. Hanura punya karakter kuat untuk memberantas habis persengketaan itu. "Kalau Hanura, daripada repot dan lelah menyapu, mendingan pohonnya langsung ditebang saja," ujar anggota FPKS ini.

Agus mengatakan, maksud PKS menyirami pohon itu adalah mereka memperkaya Pasal 205 UU No 10/2008 tentang pemilu. PKS mengharapkan MK memberikan solusi sebaik-baiknya sehingga keberadaan pasal ini tidak merugikan partai manapun.

"Jangan sampai ini menimbulkan kekacauan yang lebih besar. Karena muncul penafsiran yang diberikan kepada pasal itu sehingga mengakibatkan adanya hitung ganda yang kemudian mengacaukan," paparnya.

Pasal itu berbunyi 'Dalam hal masih terdapat sisa kursi dilakukan penghitungan perolehan kursi tahap kedua dengan cara membagikan jumlah sisa kursi yang belum terbagi kepada Partai Politik Peserta Pemilu yang memperoleh suara sekurang-kurangnya 50% (lima puluh perseratus) dari BPP DPR.[ikl/ton]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.