INILAH.COM, Jakarta - Alokasi belanja subsidi dalam APBN-Perubahan 2009 mengalami penurunan Rp 9 triliun menjadi Rp157,727 triliun dari pagu APBN 2009 sebesar Rp166,701 triliun.
Penetapan belanja subsidi dilakukan dalam rapat kerja antara pemerintah dengan panitia anggaran DPR, akhir pekan lalu. Penurunan itu dipengaruhi turunnya alokasi subsidi energi dalam APBN Perubahan 2009 menjadi Rp99,938 triliun dari pagu APBN 2009 Rp103,568 triliun.
Sedangkan subsidi untuk listrik naik sekitara Rp1,5 triliun dari Rp45,963 triliun pada pagu APBN 2009 menjadi Rp47,546 triliun. Subsidi non energi yaitu subsidi pangan, disepakti tetap yaitu Rp12,987 triliun. Subsisidi pupuk naik Rp900 miliar menjadi Rp18,437 triliun. Subsidi benih disepakati tetap sebear Rp1,315 triliun, begitu pula kredit untuk PSO (public service obligation) juga tetap, yaitu Rp1,36 triliun.
Sedangkan subsidi bunga kredit program naik dari pagu APBN 2009 sebesar Rp4,683 triliun menjadi Rp4,709 triliun. Sementara itu dalma APBN-P 2009 juga disepkati adanay subsidi obat generik sebesra Rp350 miliar.
Untuk subsidi sektor pajak mengalami penurunan dari Rp25,25 triliun pada pagu APBN 2009 menjadi Rp18,630 triliun. Pada APBN P yang disepkatai kalai ini muncul subsidi pajak penghasilan (PPh) sukuk dan samurai bond sebesar Rp300 miliar. [*/hid]