INILAH.COM, Binuang - Luar biasa. Setelah menguasai super pole pada sesi kualifikasi, Sabtu (1/8), Yudhistira melanjutkan dominasinya di balapan puncak, Minggu (2/8), dengan memenangi dua race di dua kelas, IP 110 dan IP 125 cc.
Apa yang dicapai pentolan tim Yamaha HRVRT BGM-HBM IRC ini merupakan peristiwa langka. Pasalnya, inilah kali pertama terjadi seorang pembalap mampu memenangkan dua race di dua kelas sekaligus.
Di Indoprix 2009 Seri IV ini, Yudhistira mampu membuat pembalap papan atas nasional semacam Hokky Krisdianto dan Denny Triyugo (Yamaha Peteronas FDR Star Motor), serta M. Fadly (Suzuki IRC U-Mild AHRS) dan Hadi Wijaya (Kawasaki ELF IRC NHK Rextor M-Tech), tak berkutik.
Lewat penguasaan racing line yang baik plus didukung performa motor yang mumpuni, Yudhistira mampu meninggalkan para pesaingnya jauh di belakang. Di Sirkuit Balipat, Binuang, Kalimantan Selatan ini, tak seorang pembalap pun yang mampu menandingi kecepatan pembalap berusia 16 ini.
Hokky pimpinan klasemen sekaligus lawan tangguh Yudhistira di kelas IP 110 cc, kedodoran di race pertama. Ia tak finis lantaran terkendala mesin. Begitu juga dirace kedua, Hokky hanya mampu finis di urutan kelima. Performa yang sama ditunjukkan Fadly. Hanya finis urutan kelima di race pertama, pembalap yang menguasai Balipat musim lalu ini terlempar dari 5 Besar di race kedua.
Begitu juga di kelas IP 125 cc. Persaingan Hokky, Denny, dan Fadly menuju tangga juara musim ini telah dirusak Yudhistira. Di race pertama Hokky hanya finis kelima, sementara laju Fadly terhenti di lap keempat. Sedangkan Denny hanya nangkring di urutan ke-10. Di race kedua, Fadly hanya mampu menembus 3 Besar. Sementara Hokky dan Denny masing-masing bertengger di urutan kesembilan dank e-10.
Ketika para pembalap papan atas tak mampu unjuk gigi, Owie Nurhuda (Honda DM FDR INK Federal Oil) dan Florianus Roy (Yamaha TDR Indopart FDR Yonk Jaya) justru melesat. Tapi, tetap saja keduanya tak mampu menandingi kecepatan Yudhistira.
Meski begitu berkuasa di Seri IV, tak ada perasaan jumawa pada diri Yudhistira. Pembalap kelahiran Binuang ini mengaku, sukses besarnya di Sirkuit Balipat hanya kebetulan semata. Saya bisa menang di sini, karena saya memang sudah terbiasa berlatih di Balipat. Jadi, saya kenal betul setiap sudut Balipat, ungkap Yudhistira.
Boleh jadi, apa yang dicapai Yudhistira di Seri IV ini merupakan sinyal ancaman bagi pembalap papan atas Indoprix. Sebab, bukan tak mungkin sukses serupa bakal diukir Yudhistira di Seri V. Karena sering pamungkas itu akan digelar di sirkuit yang sama, 1 November.[S1]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !