INILAH.COM, Depok - Krisis global membuat Menkeu Sri Mulyani membenahi perekonomian Indonesia layaknya membenahi rumah seperti mencuci piring dan membersihkan yang kotor. Pemerintah seperti pembantu yang sering dimarahi majikan dan orang lain sehingga sangat teraniaya.
"Pemerintah harus membereskan ekonomi karena krisis global. Pemerintah seperti pembantu, karena harus mencuci piring dan membereskan yang kotor, tapi tetap saja dimarahi majikan dan orang lain," ujarnya di Universitas Indonesia, Rabu (5/8), mengutip perkataan presiden beberapa waktu lalu.
Sri menjelaskan, walau krisis yang terparah terjadi di Amerika Serikat, namun secara tidak langsung Indonesia juga merasakan dampaknya. "Krisis global membuat saya teraniaya. Mungkin enggak ada orang yang percaya kalau saya teraniaya," ujarnya
Sri pun terus berharap, seperti kebanyakan orang, agar krisis dapat segera berlalu. "Saya akan berdoa, dan doa saya ini akan manjur karena saya ini orang teraniaya," ujarnya sambil tertawa.
Kendati demikian, Sri mengaku terdapat banyak pelajaran yang dapat diambil dari krisis global yang terjadi ini. "Pemerintah dan swasta dapat menjadikan krisis yang terjadi saat ini untuk menghadapi keadaan yang sama di masa depan," ujarnya.
Sri menambahkan, dirinya juga berharap agar seluruh stakeholder perekonomian Indonesia dapat berperan dengan baik dalam mengatasi masalah ekonomi secara bersama-sama. "Saya sudah menjabat sebagai Menkeu selama 5 tahun, saya ingin melihat ekonomi Indonesia tumbuh dan berkembang," pungkasnya. [mre/hid]