inovasi portal berita
Minggu, 12 Februari 2012 Follow: Facebook twitter Dollar Kurs BI: 1 US Dollar = Rp.8,993.00   Mobile Mobile   Newsletter Newsletter   RSS RSS

Hindari Risiko, Asing Koleksi SBI 1 Bulan

Headline
inilah.com /Dokumen
Oleh:
Rabu, 5 Agustus 2009 | 18:54 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Dana asing yang ada di pasar global sekarang tidak mencari aset berisiko. Itulah sebabnya kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) banyak yang bertenor satu (1 ) bulan.

Hal itu dikatakan anggota Komisi XI DPR-RI, Drajad Wibowo, Jakarta, Rabu (5/8 ). "Dana asing di pasar global tidak mencari aset yang berisiko, makanya mereka mencari tenor satu bula di SBI. Indonesia karena menurut mereka masih berisiko," ujarnya.

Drajad mengatakan, kepemilikan asing pada Sertifikat Bank Indonesia memang mencapai Rp15,5 triliun. Namun dengan yield yang sangat tinggi, membuat mereka hanya mengambil yang bertenor satu bulan. Setelah satu bulan mereka bisa saja lari keluar jika terjadi masalah dalam negeri.

Drajat mengatakan, dalam enem bulan ke depan akan terjadi aliran dana dari Amerika Serikat ke negera-negara emerging market termasuk Indonesia. Investor lari dari AS karena AS mengalami defisit. "Itu berarti rupiah siap kecipratan. Jadi penguatan rupiah bukan karena intervensi BI, tetapi karena dollar melemah," ungkapnya.

Jika Presiden Obama mampu mengatasi defisit, dollar tentu akan menguat dan investor akan kembali ke AS dan dana asing di SBI bisa lari ke luar. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA TERKINI
BERITA POPULER
RSS| Layanan Mobile| Tentang Kami| Disclaimer| Kontak Kami| Karir| Newsletter
Copyright 2008 - 2012 inilah.com, All rights reserved inilah.com.