INILAH.COM, Jakarta - Dana asing yang ada di pasar global sekarang tidak mencari aset berisiko. Itulah sebabnya kepemilikan asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) banyak yang bertenor satu (1 ) bulan.
Hal itu dikatakan anggota Komisi XI DPR-RI, Drajad Wibowo, Jakarta, Rabu (5/8 ). "Dana asing di pasar global tidak mencari aset yang berisiko, makanya mereka mencari tenor satu bula di SBI. Indonesia karena menurut mereka masih berisiko," ujarnya.
Drajad mengatakan, kepemilikan asing pada Sertifikat Bank Indonesia memang mencapai Rp15,5 triliun. Namun dengan yield yang sangat tinggi, membuat mereka hanya mengambil yang bertenor satu bulan. Setelah satu bulan mereka bisa saja lari keluar jika terjadi masalah dalam negeri.
Drajat mengatakan, dalam enem bulan ke depan akan terjadi aliran dana dari Amerika Serikat ke negera-negara emerging market termasuk Indonesia. Investor lari dari AS karena AS mengalami defisit. "Itu berarti rupiah siap kecipratan. Jadi penguatan rupiah bukan karena intervensi BI, tetapi karena dollar melemah," ungkapnya.
Jika Presiden Obama mampu mengatasi defisit, dollar tentu akan menguat dan investor akan kembali ke AS dan dana asing di SBI bisa lari ke luar. [hid]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !