INILAH.COM, Gaza City - Film pertama yang didanai kelompok militan Palestina, Hamas mulai diputar di berbagai bioskop di Jalur Gaza. Film ini berkisah tentang anggota Hamas Imad Aqel yang memimpin serangan terhadap Israel sebelum dia tewas pada 1993.
Hamas memilih kisah hidup Iman Aqel sebagai tema film pertama yang didanai organisasi ini. Untuk produksi film ini Hamas mengeluarkan biaya sekitar US$120 ribu (Rp 1,2 miliar) dengan naskah yang ditulis oleh seorang anggota senior Hamas.
Surat kabar setempat melaporkan salah satu dialog dalam film itu mengundang sambutan meriah penonton. Yakni, ketika salah satu karakter film itu berkata, "Membunuh serdadu Israel sama dengan memuji Tuhan."
Film ini diproduksi selama beberapa bulan tahun lalu. Ironisnya, keempat karakter utama film ini tewas dalam serangan Israel terhadap Hamas, Januari lalu. Sutradara film ini mengatakan dia berharap bisa membawa film ini ke Festival Film Cannes, meski tidak ada tanda-tanda Cannes akan menerima film ini.
Hamas selama ini sudah mengendalikan jaringan media. Organisasi ini memiliki sebuah stasiun televisi, jaringan radio dan sejumlah surat kabar. Hamas juga mensponsori banyak festival seni, drama dan puisi, kebanyakan dari acara-acara budaya ini menggambarkan kerasnya kehidupan di Gaza.
Pembiayaan film ini adalah sebuah jalan yang disebut Hamas sebagai perlawanan melalui budaya. Pembuatan film ini adalah sebuah pertanda bahwa Hamas terus mencoba untuk menancapkan pengaruhnya tak hanya melalui jalur politik namun juga budaya.
Imad Aqel adalah seorang pemuda anggota Hamas yang bagi sebagian besar warga Gaza adalah seorang pahlawan namun Israel menganggap Aqel sebagai teroris. Iman Aqel terlibat dalam sejumlah serangan terhadap sasaran di Israel pada awal 1990-an.
Israel menganggapnya bertanggung jawab atas pembunuhan 13 serdadu dan warga Israel. Pada 1993, tempat persembunyiannya di Gaza akhirnya terkepung pasukan Israel dan dia terbunuh dalam usia 22. [*/nuz]