INILAH.COM, London - Aturan hukum Inggris dapat mempidanakan pihak yang membantu upaya bunuh diri. Namun, Majelis Rendah Inggris mengisyaratkan bahwa pemerintah membolehkan pemberian bantuan terhadap upaya bunuh diri.
Puluhan warga Inggris, seperti dilansir BBC, beberapa waktu yang lalu telah bunuh diri di klinik-klinik Swiss yang dikelola kelompok Dignitas pada dekade terakhir. Namun, tak seorang pun yang dikenai dakwaan membantu mereka ke sana.
Direktur Kejaksaan Keir Stamer QC mengatakan hal itu setelah seorang perempuan yang menderita penyakit multiple sclerosis menorehkan sejarah hukum di Inggris. Dia memenangkan gugatan di pengadilan untuk mendapatkan jaminan hukum terkait upaya membantu tindakan bunuh diri.
Debbie Purdy ingin tahu apakah suaminya akan dipenjara bila membantu dirinya mengakhiri hidup di Swiss. Sebelumnya diduga bahwa aturan baru terkait hal ini hanya berlaku untuk mereka yang pergi ke luar negeri untuk mengakhiri hidup.
Lebih dari 100 orang dari Inggris pergi ke klinik Dignitas di Swiss untuk meninggal, namun tak ada seorang pun yang dituntut sejauh ini, papar Stamer.
Namun dibawah aturan hukum Bunuh Diri 1961 yang berlaku untuk Inggris dan Wales, mereka yang membantu upaya bunuh diri orang lain, bisa dituntut dan dihukum penjara hingga 14 tahun lamanya.
Purdy, dari Undercliffe di Bradford, West Yorkshire, mendaftarkan gugatannya ke pengadilan tertinggi di Inggris. Yakni, setelah pengadilan tinggi setempat dan Majelis Banding mengatakan bahwa gugatan ini harus dialamatkan pada parlemen, bukan pada pengadilan, untuk mengubah undang-undangnya.
Pekan lalu para anggota Majelis Tinggi parlemen Inggris setuju bahwa perubahan undang-undang memang wewenang Parlemen. Namun menguatkan argumen Purdy bahwa Jaksa Penuntut Umum harus memuat secara tertulis faktor-faktor yang dianggap relevan untuk menentukan apakah akan menuntut atau tidak.
Sementara itu Ketua Majelis Rendah Harriet Harman mengisyaratkan pada akhir pekan lalu bahwa pemerintah mungkin akan memberikan waktu untuk membahas rancanagan UU. Isinya, membolehkan pemberian bantuan terhadap upaya bunuh diri, sambil mengatakan dia akan sangat terkejut bila persoalan ini tidak akan menyulut perdebatan lebih panjang. [nuz]