INILAH.COM, Palembang - Perkebunan Nusantara (PTPN) VII (Persero) bersama PTPN VI, PT Pusri dan PT Rekind berencana membangun pabrik biodisel dengan nilai investasi sebesar Rp344 miliar.
Hal ini dijelaskan Direktur SDM dan Umum PTPN VII, Budi Santoso SH di Palembang, Sabtu (8/8). Pembangunan pabrik biodisel itu diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan dan pemanfaatan bahan bakar nabati sebagai bahan bakar alternatif. Kata Budi.
Usaha baru dari PTPN VII ini, menutur Budi juga untuk meningkatkan laba perusahaan. Karena itu PTPN VII juga akan melakukan revitalisasi karet dan sawit di kebun dan di pabrik. Untuk kebun dilaksanakan dengan penanaman ulang (replanting) pada kebun-kebun yang sudah tua. Penanaman ulang pada kebun-kebun yang sudah tua itu baik di Lampung, Sumatra Selatan maupun di Bengkulu.
Bibitnya dari klon unggul, lanjutnya tata kelola lahan dan tata kelola tanam serta pemeliharaan, diproyeksikan masa TBM bisa diperpendek dari sebelumnya matang sadap diatas 5 tahun menjadi dibawah 5 tahun.
Ia menyatakan, untuk pabrik pengolahan karet remah (PPKR) ditingkatkan kapasitasnya adalah PPKR Pematangkiwah (Natar, Lampung Selatan) dari 30 ton KK per hari menjadi 40 ton KK per hari dengan nilai investasi Rp20 miliar. Program ini sudah berjalan dan kesiapan mesin-mesin di workshop mencapai 40 persen, ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, juga dilakukan peningkatan kapasitas pabrik teh Pagaralam dari 40 ton pucuk per hari menjadi 50 ton pucuk per hari. Kajian internal telah selesai dan kini data terbaru masih dalam tahap evaluasi, dengan nilai investasi Rp7,5 miliar. [*/san]
Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi
di sini
atau akses mobile langsung
http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !