INILAH.COM, Jakarta Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Senin (10/8) diperkirakan akan menguat, meski profit taking masih membayangi pergerakan bursa. Saham yang direkomendasikan adalah BUMI, ADRO, BSDE, dan CTRA.
Analis Ciptadana Securities Syaiful Adrian mengatakan, awal pekan ini IHSG sebenarnya berpotensi melanjutkan pelemahan, seiring volume perdagangan yang menipis. Namun, melesatnya bursa Wall Street seiring membaiknya data Non Farm Payroll, akan menahan koreksi bursa. Apalagi harga komoditas diekspektasikan akan terus naik. "Ini berarti, meski profit taking, indeks juga ada peluang untuk menguat," katanya kepada INILAH.COM, di Jakarta, kemarin.
Bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup naik tajam. Rally indeks dipicu data tenaga kerja Non Farm Payroll (NFP) Juli yang lebih baik dari estimasi. NFP Juli turun sebanyak 247 ribu, lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 275 ribu. Sedangkan tingkat pengangguran turun 0,1% ke level 9,4%, lebih baik dari estimasi adanya kenaikan menembus level 9,7%.
Indeks Dow Jones naik 113.81 poin (1,2%) ke level 9.370.07, S&P 500 menguat 13.40 poin (1,3%) ke level 1.010.48 dan Nasdaq melonjak 27.09 poin (1,37%) ke level 2.000.25. Sepekan ini, Dow Jones naik 2,2%, S&P 500 menguat 2,33% dan Nasdaq naik 1,1%.
Menurut Syaiful, price earning (PE) IHSG saat ini sudah cukup tinggi sebesar 29 kali, meskipun masih lebih rendah dibandingkan China dan India yang mencapai di atas 30 kali. Namun, Ia meyakini, tingginya PE bursa Indonesia tidak menghalangi minat investor untuk masuk ke pasar domestik.
Pasalnya, risk apetite masih berlanjut, seiring membaiknya indikator ekonomi AS. "Tingginya PE Indonesia masih bisa ditolerir. Investor masih tetap tertarik berinvestasi ke bursa dalam negeri," paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, saham sektor komoditas, terutama batubara masih akan mengalami pergerakan, meskipun pekan lalu telah naik signifikan. Sektor batubara saat ini menjadi pilihan pelaku pasar sebagai lindung nilai di tengah liarnya harga minyak. Saham yang direkomendasikan adalah PT Bumi Resources (BUMI) dan PT Adaro Energy (ADRO). "Buy on weakness pada emiten-emiten ini," ucapnya.
BUMI dinilai menarik terkait obligasi konversi senilai US$ 375 juta, yang ditetapkan di harga Rp 3.366,9046 per saham. Harga konversi 30% lebih tinggi dari harga referensi yang ditetapkan sebesar Rp 2.589,9266. "Pasar menilai, harga BUMI akan terus naik menyesuaikan dengan harga konversi," ulasnya.
Ekspektasi kenaikan saham BUMI membawa sentimen positif bagi ADRO. Karena harga ADRO secara PE dan price to book value (PBV) akan menjadi lebih murah dibandingkan emiten sejuta umat ini. "Kalau BUMI masih kemahalan, investor bisa beli ADRO," paparnya.
Saham lain yang direkomendasikan berasal dari sektor properti. Hal ini terkait aksi perbankan yang mulai berani menurunkan suku bunga kreditnya. Pasar bahkan memprediksikan BI rate akan terus turun hingga mencapai rekor terendahnya.
Beberapa saham yang disarankan adalah PT Bakrieland Development (ELTY), PT Ciputra Development (CTRA) dan PT Bumi Serpong Damai (BSDE). "Net asset value (NAV) properti sudah jauh melebihi harga saham sehingga ada potensi upside pada emiten-emiten ini," ujarnya.
IHSG pada perdagangan Jumat (7/8) ditutup melemah 0,46% ke level 2349,133. Seluruh perdagangan mencatat volume transaksi sebesar 12,649 miliar saham, senilai Rp 6,27 triliun dengan frekuensi 115.966 kali. Sebanyak 76 saham naik, 125 saham turun, dan 67 saham tidak berubah.
Emiten-emiten yang mengalami penurunan terbesar antara lain PT Indo Tambangraya Megah (ITMG) terkoreksi Rp 1.100 di posisi Rp 24.800, PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) melemah Rp 350 menjadi Rp 13.600, PT International Nickel (INCO) turun Rp 200 ke level Rp 4.850, PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 2.375, PT Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.900,
Sedangkan beberapa emiten yang menguat antara lain PT Schering Plough Indonesia (SCPI ) naik Rp 4.500 menjadi Rp 28.500, PT Multi Bintang Indonesia (MLBI) menguat Rp 1.000 ke level Rp 111.000, PT Goodyear Indonesia (GDYR) naik Rp 350 menjadi Rp 8.350, PT Hexindo Adiperkasa (HEXA) naik Rp 175 menjadi Rp 2.900, dan Telekomunikasi Indonesia (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 8.800.
Saham grup Astra terpantau menguat cukup tinggi dan menahan pelemahan bursa. Saham PT Astra International (ASII) naik Rp 1.000 menjadi Rp 31.000, PT United Tractors (UNTR) naik Rp 300 menjadi Rp 13.000, dan PT Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 275 menjadi Rp 4.750. [P1]