INILAH.COM, Washington Petenis Argentina Juan Martin del Potro berhasil mempertahankan gelar Legg Mason Classic setelah di final berhasil menumbangkan Andy Roddick 3-6, 7-5 dan 7-6 (6), Minggu (9/8) waktu setempat.
Roddick sebenarnya tampil taktis di set pertama dan menguasai jalannya pertandingan. Namun, pada set kedua permainan Roddick, yang diunggulkan di tempat pertama, mengendur dan hal tersebut dimanfaatkan dengan sempurna oleh Del Potro.
Di set ketiga pertandingan berjalan lebih ketat. Di penghujung set terakhir, memasuki tie-break, terjadi kejadian yang membingungkan. Sebuah pukulan Del Potro di akhir pertandingan harus ditentukan oleh sistem komputer untuk menentukan bola tersebut masuk atau keluar.
Kedua pemain berdiri di depan net menunggu hasil rekaman, pasalnya jika pukulan Del Potro tersebut dinyatakan masuk, maka Del Potro dinyatakan menang. Dan hasilnya petenis 20 tahun tersebut dinyatakan menang setelah pukulannya dinyatakan masuk.
Saya sebenarnya mengira pukulan itu keluar, dan saya bertanya kepada dia (Del Potro) dan dia mengatakan mungkin itu keluar. Jadi bisa dibayangkan kekecewaan ketika bola itu tidak keluar, ujar Roddick seperti yang dilansir AP.
Ini adalah kali pertama bagi Roddick kalah di final Legg Classic. Sebelumnya, Roddick selalu menang pada final 2001, 2005 dan 2007.[S2]
Pennetta Kubur Ambisi Stosur
Sementara itu pada final turnamen tenis wanita LA Championships, petenis Italia Flavia Pannetta berhasil mengubur ambisi petenis Australia Samantha Stosur untuk meraih kemenangan. Pannetta berhasil menang 6-4 dan 6-3 atas Stosur, Minggu (8/9).
Pennetta mampu tampil perkasa sepanjang pertandingan dan mendikte permainan Stosur. Tidak tampak permainan perkasa Stosur seperti saat mengalahkan Ana Ivanovic, Zheng Jie dan Sorana Cirstea pada pertandingan sebelumnya.
Saya takut terhadap serve dia (Stosur), tapi saya mengembalikannya dengan luar biasa dan saya pikir itu hal yang terpenting hari ini. Saya tidak pernah memenangkan turnamen sebesar ini dan saya sangat senang, papar Pennetta.[S2]